Kolaborasi Seni Unggulan Sajikan Pentas Kangen Jogja

0
438
Pentas Kangen Jogya (Foto: Krjogya.com)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 10 kecamatan di Kota Yogyakarta akan menampilkan kolaborasi seni unggulan yang ada di wilayahnya dalam acara “Kangen Jogja” yang diselenggarakan di pelataran Monumen Serangan Oemoem Satu Maret. Selain kesenian, di dalam acara tersebut juga akan ditampilkan unsur budaya lain seperti kuliner khas dari tiap kecamatan.

“Pentas seni ini akan rutin kami selenggarakan setiap satu bulan sekali. Tiap bulan, ada satu kecamatan yang menampilkan kolaborasi seni unggulan yang ada di wilayahnya masing-masing,” kata Kepala Seksi Atraksi Wisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Suparna di Yogyakarta, Jumat (10/3/2017).

Kecamatan pertama yang memiliki kesempatan untuk menampilkan kesenian unggulan wilayahnya adalah Gondomanan pada Sabtu (11/3). “Pada Maret, akan ada dua kecamatan yang tampil. Selain Gondomanan, akan ada Kecamatan Mantrijeron yang tampil pada 25 Maret,” kata Suparna seperti diunduh laman Antaranews.

Dinas Pariwisata, lanjut dia, sudah tidak melakukan seleksi mengenai kesenian unggulan yang akan ditampilkan karena proses pembinaan sudah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya. “Tidak hanya kesenian asli Yogyakarta saja yang bisa tampil. Jika di kecamatan tersebut ada asrama mahasiswa daerah, maka mereka bisa ikut serta menampilkan kesenian asli daerah mereka,” katanya.

Pentas Kangen Jogja rata-rata akan digelar tiap Sabtu pekan ketiga atau keempat setiap bulan. Pada April, Kecamatan Gedongtengen dijadwalkan tampil. Kecamatan Ngampilan pada Mei, Pakualaman pada Juni, Umbulharjo tampil pada Juli, Mergangsan pada Agustus, Kotagede pada September, Tegalrejo pada Oktober dan Wirobrajan pada November. Empat kecamatan yang belum memiliki kesempatan tampil pada tahun ini, yaitu Jetis, Danurejan, Gondokusuman dan Kraton akan berkesempatan tampil pada tahun depan.

Ia berharap, pentas Kangen Jogja yang akan digelar rutin tiap bulan tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan serta meningkatkan lama tinggal wisatawan di Yogyakarta. “Pentas ini juga menjadi semacam obat kangen bagi wisatawan yang dulu pernah merasakan tinggal di Yogyakarta. Kami berharap, Kangen Jogja ini menjadi jendela budaya di Yogyakarta,” katanya.

Pakar Seni Nano Asmorondono mengatakan, Kangen Jogja merupakan pengembangan dari “Klangenan Jogja” yang rutin digelar tahun lalu. “Tujuannya untuk meningkatkan format dan kualitas acara. Kesenian ditampilkan dalam format kolaborasi yang menyuguhkan unsur drama, musik dan tari,” katanya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here