Kolaborasi Budaya dalam Konser Slank

0
2196
Slank (foto:koransindo.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Band rock legendaris Slank rencanya menggelar konser musik di 10 kota di Indonesia dimulai di Makassar pada 9 Oktober 2015. Konser ini akan digelar di Medan, Jakarta, Batam, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Pada 29 November 2015, di Taman Gong Kertalangu, Bali adalah daerah terakhir yang disinggahi band yang terdiri atas Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bas), dan Ridho (gitar).

Slank akan berkolaborasi budaya dengan berbagai kesenian tradisional seperti tari jaipong, zapin, gambrang, wira pertiwi, remo, dan pakarena. “Slank itu rock n roll band dan reog itu maskotnya Indonesia. Dengan bangga dan antutias, kami ingin mengangkat seni dan budaya Indonesia,” kata Kaka sang vokalis.

Dalam konser ini, mereka akan mengajak para seniman daerah terlibat. Konser ini akan menampilan berbagai kesenian khas daerah. “Konsep ini sudah dari tahun lalu. Kami ingin kolaborasi dengan seni daerah. Seperti di Bali, kami pakai kecak tapi tetap ada reog yang sering ikut tari Papua, sasando, dan Dayak. Kami memang mengajak seniman daerah,” tutur Bimbim.

Bimbim akan mengajak masyarakat mencintai lingkungan serta memberikan motivasi kepada generasi muda. “Ini semacam latihan seandainya sudah perfect. Mimpinya ingin dibawa keliling dunia. Kalau rock n roll di dunia bisa cepat dengan budaya Indonesia. Kami ingin menemukan antara west dan east. Semoga dari 10 kota jadi 10 negara,” ujarnya seraya tertawa.

Dalam konser ini, mereka akan mengabungkan budaya Barat dengan Timur. Mereka juga ingin musik modern dapat seberjalan dengan musik tradisonal. “Saat ini antara modernisasi dan tradisonal berjalan sendiri. Kami ingin membudayakan musik Indonesia menjadi pop baru di atap dunia; ingin mengeskpor budaya lewat rock n roll tapi di-mix dengan budaya Indonesia. Justru ide kami ingin mencampurkan budaya Indonesia menjadi sesuatu yang berbeda,” tutur Bimbim.

Dalam konser penutup tahun 2015, Slank akan memberikan pesan terhadap generasi muda. Slank akan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak muda. Konsepnya sangat bagus antara Timur dan Barat. Akulturasi ini adalah kolaborasi. Setiap pembukaan konser akan promosikan seni atau budaya setempat. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.