KKP: Indonesia Serius Kembangkan Wisata Bahari

0
507
Wisata Bahari Pulau Tidung Kepulauan seribu

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan pemerintah Indonesia serius dalam mengembangkan potensi pariwisata bahari terutama yang berfokus pada aspek berkelanjutan dan bermanfaat bagi kesejahteraan warga.

“Indonesia saat ini secara serius mengembangkan potensi pariwisata. Salah satu yang menjadi keunggulan Indonesia adalah wisata bahari,” kata Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja dalam rilis yang diterima redaksi, Ahad (23/10/2016).

Menurut Sjarief, fokus tersebut merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi KKP karena Indonesia saat ini sudah mulai kembali menoleh ke laut sebagaimana diinginkan Presiden Joko Widodo.

Namun, lanjutnya, juga ada kekhawatiran bahwa bila orang menoleh ke laut maka investasi besar juga akan masuk ke laut. “Kami mohon dukungan semua untuk seluruh kawasan konservasi yang sudah ditetapkan, nantinya akan menjadi tujuan wisata,” kata Sjarief.

Untuk itu, ujar dia, kawasan konservasi yang ditargetkan menjadi tujuan wisata tentunya mengedepankan keberlangsungan sumber daya dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depannya, KKP akan bekerja sama dengan stakeholder terkait mengenai persyaratan kawasan konservasi yang akan menjadi destinasi wisata di berbagai daerah di Republik Indonesia.

Sektor pariwisata dinilai bisa menjadi solusi bagi pemerintah untuk membangkitkan kegairahan di tengah-tengah periode kelesuan ekonomi yang antara lain ditandai dengan melemahnya sejumlah harga komoditas pertambangan dunia.

“Pariwisata menjadi solusi kita dari keterpurukan ekonomi kita. Kalau kita bicara sawit, migas, batubara, ini akan habis,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra.

Menurut dia, bila pariwisata dibenahi dengan baik di berbagai daerah maka akan berdampak kepada devisa yang bertambah serta jumlah pengangguran juga akan terkurang karena terserap sektor tersebut.

Untuk itu, politisi Partai Gerindra itu juga menginginkan pemerintah dapat benar-benar membenahi destinasi wisata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Bila destinasi telah dibenahi dengan baik, lanjutnya, maka baru dilanjutkan dengan langkah promosi atau memasarkan sehingga destinasi wisata semakin dikenal.

“Selama ini anggaran pemasaran pariwisata di mancanegara sangat tinggi. Hanya sepertiga anggaran untuk pemasaran nusantara. Namun, kita belum melihat bagaimana peningkatan kunjungan wisatawan dari promosi ini,” kata Sutan.

Dia berpendapat bahwa langkah promosi besar-besaran yang dilakukan Kementerian Pariwisata dalam hal pemasaran belum tepat karena seharusnya yang dilakukan terlebih dahulu adalah membenahi dulu lokasi pariwisatanya. (*/AN)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.