Kirab Budaya Berujung Duka, 1 Tewas Kena Ledakan Meriam

0
864
Kirab budaya di Gunung Kidul berakhir duka (foto: http://www.gedangsari.com)

GUNUNGKIDUL, test.test.bisniswisata.co.id: Parade Kirab Budaya Dan Pariwisata yang menampilkan berbagai kostum tradisional Jawa yang digelar di Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta Kamis (14/7/2016) berujung duka. Seorang warga tewas mengenaskan akibat kena ledakan meriam tradisional atau dikenal long yang dibawa menggunakan mobil pikap.

Peristiwa nahas itu, merenggut nyawa Wantoyo, (29) warga Dusun Ngepung, Gunungkidul. Saat itu, Wantoyo bersama beberapa rekannya membuat meriam tradisional dan digunakan untuk kirab yang digelar setiap tahun usai Hari Raya Lebaran. Tujuannya selain melestarikan budaya tradisional juga untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di wilayah Gunungkidul.

Selama perjalanan, Wantoyo bersama temannya aktif membunyikan meriam yang dibuat dari pipa dan menggunakan bahan karbit. Untuk memudahkan meriam menyala, Wantoyo nekat membawa tabung gas karbit yang biasa digunakan untuk las. Tabung gas digunakan untuk memberikan gas ke meriam tradisional dan dibunyikan.

Sayangnya, saat asyik kirab nampaknya Wantoyo lupa menutup gas. Justru aliran api kembali ke tabung sehingga membuat tabung gas meledak. Suara keras pun terdengar memekakkan telinga. Tubuh Wantoyo terpental dengan luka bakar di bagian muka dan lehernya. Rahangnya patah akibat ledakan keras dari mobil pikap tersebut.

Menurut Teguh yang juga rekan korban, rakitan yang ditaruh di sebuah mobil pikap ini sengaja dibuat dia bersama korban untuk memeriahkan kirab. “Waktu itu saya juga kaget karena ledakan keras justru muncul dari tabung, tubuh teman saya terbakar di bagian muka dan terpental karena ledakan cukup keras,” ujarnya.

Diapun mengaku menyesal dengan kejadian tersebut. Dirinya tidak mengira meriam tradisiona itu justru merenggut nyawa temannya. Iring-iringan kirab yang ditonton warga desa sempat terhenti, bahkan mereka berlarian untuk menyelamatkan diri. Karena menduda ada bom dalam perayaan kirab itu.

Kapolsek Saptosari AKP Waluyo Wintoro menjelaskan polisi masih melakukan penyelidikan penyebab meledaknya tabung gas karbit tersebut. Namun dari keterangan awal, besar kemungkinan tabung gas tidak ditutup setelah aliran gas dimasukkan ke dalam lubang di meriam tradisional.

“Karena tabung gas yang meledak, ban serep mobil pun lepas hingga velgnya juga lepas. Suaranya memang sangat kuat sehingga mengenai muka korban,” ulasnya seperti dikutip laman Sindonews.com.

Saat ini, korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. “Tadi memang sempat dibawa ke rumah sakit Wonosari, namun nyawanya tidak tertolong. Kita sudah periksa dan ini murni karena kelalaian dalam menghidupkan meriam tradisional,” pungkasnya. (*/SIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here