Kesepakatan Bebas Visa, Turki Peringatkan Uni Eropa

0
593
Masjid Selimiye Turki jadi daya tarik wisata

JERMAN, test.test.bisniswisata.co.id: Salah satu butir kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki dalam urusan migran adalah adanya pemberian visa Schengen bagi warga Turki yang berlaku di semua negara anggota Uni Eropa.

Turki pun meminta keseriusan Uni Eropa untuk menepati janji bebas visa tersebut. Jika tidak ditepati, Turki tidak akan menerima kembali imigran yang dipulangkan dari daratan Eropa seperti Yunani.

“Isu tentang bebas visa sangat penting bagi Turki,” kata Perdana Menteri Ahmet Davutoglu pada konferensi pers bersama dengan Kanselir Jerman Merkel, Kepala Dewan Eropa Donald Tusk dan Komisi Wakil Presiden Uni Eropa Frans Timmermans.

Para pemimpin ini berada di Turki bagian Tenggara terkait dana bantuan sebesar 6,7 miliar euro yang diberikan Uni Eropa kepada Turki untuk memulangkan imigran dan memberikan pertolongan kepada mereka.

Bagi Uni Eropa, jika kesepakatan ini dijalankan oleh Turki, warganya akan diberikan fasilitas bebas visa ke negara-negara Uni Eropa.

Namun, belakangan berkembang kekuatiran di Eropa terkait masalah keamanan sehingga menjadi tidak yakin bisa memberikan jalur bebas visa itu kepada Turki.

Davutoglu mengatakan kunci mengatasi krisis migran terletak pada “kerja sama yang lebih erat. Bagi kami, bagian dari itu adalah kerja sama yang lebih erat adalah liberalisasi visa. Keduanya harus berjalan beriringan.”

Merkel menjawab bahwa ia “pasti memenuhi perjanjian tersebut,” dan Ankara harus memenuhi 72 persyaratan untuk mendapatkan pembebasan visa dan diyakini telah memenuhi 50% dari 72 persyaratan tersebut.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan Turki jika Uni Eropa menunda pemberlakukan kesepakatan bebas visa tersebut, Davutoglu mengatakan Ankara akan berhenti menerima dan memulangkan kembali imigran.

“Jika itu terjadi maka perjanjian pemulangan kembali para imigran juga tidak akan berlaku,” katanya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya pada awal pekan ini telah memperingatkan bahwa kesepakatan pemulangan imigran itu akan gugur jika Uni Eropa tidak menepati janji bebas visa tersebut.

Seperti diketahui, sampai saat ini sekitar 325 migran telah kembali ke Turki dari pulau-pulau Yunani sejak perjanjian antara Tukri dan Uni Eropa berlaku pada tanggal 20 Maret lalu.

Adanya kesepakatan ini diakui menyebabkan turunnya secara signifikan jumlah imigran yang menyeberang dari Turki ke Yunani.

Merkel, Tusk, dan Timmermans dalam kunjungannya ke Turki kali ini kamp pengungsi di perbatasan Turki-Suriah. Di sana mereka berbicara dengan 5 ribu imigran, termasuk 1.900 anak-anak.

Di sana mereka meresmikan pusat perlindungan anak yang didanai Uni Eropa, dan baik Turki maupun Uni Eropa tampaknya memiliki niat yang sama untuk menjaga kesepakatan yagn sudah diambil sebagai langkah mengatasi krisis migran ini. Tusk mengatakan Turki adalah “contoh terbaik bagi seluruh dunia” tentang bagaimana memperlakukan pengungsi. (*/F)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.