Kesadaran Restoran Bersertifikat Halal di Jakarta Rendah

0
450
Restoran di Jakarta berlogo Halal (Foto: islam.ru)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pengamat Halal Aisha Maharani menilai restoran bersertifikat halal di Jakarta masih sangat rendah, minim. Minimnya lantaran kesadaran konsumen dan pengelola itu sendiri. Pendiri Halal Watch yang menekankan pentingnya edukasi produk halal itu merasa pengelola restoran terkesan tak peduli soal sertifikasi halal asalkan pengunjung restoran tak berkurang.

Adapun konsumen Muslim sendiri menurutnya kurang menyadari pentingnya produk halal. Konsumen Muslim pun biasanya hanya bertanya sekenanya pada petugas restoran soal status kehalalan. “kesadaran konsumen Muslim juga masih rendah, umat Muslim masih konsumsi di restoran yang belum jelas halalnya,” katanya seperti dilansir laman Republika.co.id, Rabu (28/09/2016).

Aisha melihat peran pemerintah dalam kepastian produk halal bagi Muslim sudah cukup baik dengan adanya UU Jaminan Produk Halla (JPH). Namun sayangnya UU tersebut baru bisa diimplementasikan tahun 2019 lantaran harus adanya proses sosialisasi dan penyesesuaian bagi pelaku usaha. Atas dasar itulah, ia merasa para pengelola restoran belum melakukan sertifikasi halal.

“Yang jelas belum wajib sertifikat halal, UU JPH-nya baru berlaku 2019, jadi pengusaha merasa tidak wajib ya biar aja yang penting konsumen datang. Sekarang masih tahap sosialisasi dan penyesesuaian,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan data Halal Watch setidaknya baru ada 36 unit restoran bersertifikat halal di Jakarta. Padahal jumlah restoran yang didata mencapai 1.980 unit. (*/REP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.