Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kebumen Ditangkap KPK

0
876

JAKARTA, bisniswisata.co.id: SIGITWidodo, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kebumen Ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sigit bersama lima orang lainnya ketangkap tangan tengah melakukan suap. Mereka ditangkap di Kebumen Jawa Tengah.

Keenam yang ditangkap KPK: Yudhi Tri Hartanto (Ketua Komisi A DPRD Kebumen), Sigit Widodo (Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen), Andi Pandowo (Sekretaris Daerah Kebumen), Dian Lestari (anggota DPRD Kebumen), Salim dari perusahaan swasta.

“Operasi tangkap tangan di Kebumen terkait persoalan penetapan anggaran di kabupaten itu. Perkara ini berhubungan dengan masalah APBD yang ada di Kabupaten Kebumen, khususnya di Dinas Pendidikan yang akan diberikan uang sejumlah Rp4,8 miliar,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Kantor KPK, Jakarta, Ahad (16/10/2016).

Dijelaskan ada komisi dari pengusaha di Jakarta, agar bersama-sama dengan SW (Sigit Widodo), pegawai negeri sipil Dinas Pariwisata, yang bersangkutan mendapat proyek ini, sekitar 20 persen dari nilai Rp4,8 miliar. Yang diterima (si pengusaha) nantinya Rp750 juta.

Dalam operasi tangkap tangan di Kebumen kemarin, KPK menangkap enam orang di sejumlah lokasi. Mereka antara lain Yudhi Tri Hartanto, Ketua Komisi A DPRD Kebumen; Sigit Widodo, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen; Andi Pandowo, Sekretaris Daerah Kebumen; Dian Lestari, anggota DPRD Kebumen; Salim dari perusahaan swasta.

Dari mereka yang ditangkap itu, Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri Hartanto dan PNS Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Sigit Widodo ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga menerima suap dari pengusaha bernama Hartoyo. “Hartoyo merupakan pemilik dan Direktur PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (Osma) Group di Jakarta,” paparnya.

Dalam operasi tangkap tangan ini, KPK menyita uang Rp70 juta, juga buku tabungan dan bukti elektronik. “Ini ijon proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen pada APBD Perubahan 2016 oleh seorang pengusaha,” kata Basaria.

Oktober ini DPRD Kabupaten Kebumen menetapkan APBD Perubahan untuk Dinas Pemuda dan Olahraga. Sebanyak Rp4,8 miliar akan dialokasikan untuk pengadaan buku dan alat peraga. “Diduga ada kompensasi fee kepada legislatif dan eksekutif jika anggaran ditetapkan,” kata Basaria.

Modus semacam itu diduga banyak terjadi di berbagai daerah. Tidak hanya di Kebumen, bahkan mungkin di seluruh Indonesia. “Para pengusaha jangan berupaya memengaruhi kebijakan publik. Jangan sampai proyek-proyek pendidikan jadi bancakan pengusaha, legislatif, dan eksekutif,” sambungnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mereka langsung dijebloksan tahanan. Ketua Komisi A DPRD Kebumen, ditahan di rumah tahanan kelas I Jakarta Timur cabang gedung KPK.

Tersangka lain yaitu Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo ditahan di rumah tahanan kelas I Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur.

Saat keluar, Yudhi yang merupakan politisi dari PDI Perjuangan tersebut mengaku hanyalah perantara. “Tidak tahu, saya cuma membawa,” kata Yudhi singkat.

Namun baru Yudhi dan Sigit yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berdasarkan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal itu mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Keduanya diduga menerima suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dengan total nilai proyek Rp 4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here