Kendoeri Kampoeng Kemajoran, Hidupkan Karya Benyamin S

0
371

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Seniman serbabisa Benyamin Sueb memang telah berpulang. Raganya melebur bersama tanah, tapi tidak dengan karya-karyanya. Buah karya Benyamin S kental dengan rasa Betawi yang lugas. Di tanah kelahirannya, sejumlah tokoh serta budayawan Betawi berupaya menghidupkan kembali karyanya, juga kesenian Betawi.

Upaya itu, dilakukan lewat kegiatan Kendoeri Kampoeng Kemajoran dengan mengangkat tema Betawi Cinta Budata Bangsa. Tahun lalu diadakan pada Desember, tahun ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya digelar pada 23-34 September bertempat di area Patung Ondel-Ondel Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sosok Benyamin S menyihir pengunjung. Kelompok band Betawi memainkan lagu-lagu yang dipopulerkan almarhum Benyamin S. Meski merupakan musik lawas, lagu-lagu tersebut tetap enak didengar. Sejumlah pengunjung tak sadar bergoyang dan menirukan lagu Benyamin.

Apalagi kala band Betawi Serendo mendapat kesempatan kedua menyanyikan lagu Jakarta Kebanjiran. Pengunjung bernyanyi bersama. Irama dan aransemen musik disesuaikan dengan ge­nerasi milineal.

Uniknya, meski kebanyakan datang dari usia muda, pengunjung hafal dengan lirik lagu ciptaan Benyamin Sueb yang tengah dimainkan. Sosok Benyamin juga banyak diabadikan pada kaus-kaus yang sengaja dijual di tengah acara Kendoeri.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenang almarhum Haji Benyamin Sueb yang memberikan kontribusi pada dunia seni dan hiburan di Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta,” kata Ahmad Sueb, penyelenggara Kendoeri Kampoeng Kemajoran II.

Acara ini, lanjut Bang Davi, sapaan akrab Ahmad Sueb, bertujuan menjawab keresahan yang ada di sebagian tokoh dan masyarakat Betawi sebagai ‘tuan rumah’ di kota metropolitan atas minimnya ruang serta lokasi bagi orang Betawi dalam berkebudayaan. Bahkan event ini, menjadi momentum kembangkitan budaya Betawi

“Selain memberikan penghargaan kepada almarhum Benyamin, acara seni dan hiburan yang disajikan bertujuan memberikan alternatif sebuah pergelaran budaya Betawi dan Nusantara dengan konsep yang berbeda,” jelas Davi.

Pemilihan Kemayoran, khususnya area di sekitar Patung Ondel-Ondel Jalan Benyamin Sueb, mengingat sejak zaman dulu Kemayoran sudah menjadi pusat kegiatan serta memiliki arti khusus pada perkembangan Kota Jakarta serta kebudayaan Betawi. “Banyak tokoh Betawi yang ada di Kemayoran. Kita juga akan terus coba melestarikan dan memusatkan kegiatan budaya Betawi di sini.”

Kini, warga Betawi memiliki sejumlah agenda mengenal dan melestarikan budaya mereka. Di Jakarta Selatan, ada Lebaran Betawi yang biasa digelar di Situ Babakan. Di Jakarta Timur, ada Festival Condet. Sekarang, Jakarta Pusat dengan Kendoeri Kampoeng Kemajoran.

Kendoeri Kampoeng Kemayoran Jilid II ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pameran Instansi Pemerintah dan Swasta, dilengkapi dengan Bazar aneka produk dan festival Kuliner, serta hiburan.

Memang aksel punya Setu Babakan, di Jaktim punya Festival Condet, Jakpus punya namanya Kendoeri Kampoeng Kemajoran. Dengan acara ini
diharapkan Pemprov DKI Jakarta lebih peduli terhadap pelestarian budaya Betawi. Hal ini sesuai dengan amanat UU pelestarian budaya Betawi yang sudah disahkan. Kebudayaan Betawi bukan hanya tanggung jawab senimannya saja, tapi yang lebih utama adalah peran dari Pemprov DKI untuk tetap melestarikannya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.