Kendaraan Tradisional Bisa Jadi Transportasi Wisata Jakarta

0
788
Andong (Foto: tempo.co)


JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai kendaraan tradisional andong, becak, dan bemo yang tetap beroperasi di sejumlah ruas jalan di ibu kota masih diperlukan sebagai transportasi pendukung sektor pariwisata Jakarta.

Keberadaan kendaraan tradisional, selama ini juga dianggap tidak meresahkan warga sehingga tidak perlu dibuat aturan yang mengikat. “Memang ada, tidak banyak. Hanya beberapa persen saja. Itu juga untuk pendukung sektor pariwisata,” kata Djarot, di balai kota Jakarta, Kamis (21).

Dilanjutkan, jumlah kendaraan tradisonal di ibu kota terbilang langka atau tidak sebanyak kota-kota lainnya. Karena itu, keberadaan becak, bemo dan andong saat ini belum dirasa perlu untuk dibuat aturan khusus karena keberadaannya tidak meresahkan warga dan pengguna jalan.

“Moda transportasi tradisional di Jakarta ini kan sudah hampir tidak ada. Maka saya pikir ngak perlu khusus untuk diatur,” ujarnya seperti dikutip dari laman berita resmi Pemprov DKI Jakarta.

Walau demikian, Djarot mengaku tidak setuju apabila kendaraan tradisional itu diizinkan menjadi kendaraan umum layaknya angkutan kota dan bus reguler. Kendaraan tersebut bisa tetap beroperasi di ibu kota namun peruntukannya sebagai transportasi pendukung pariwisata. “Kalau itu masih digunakan untuk umum, bisa penuh lagi Jakarta ini,” tandasnya. (*/e)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.