Kementrian Pariwisata Apresiasi Jember Kota Karnaval

0
555
Jember Fashion Carnival (Foto: Batik platform)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata mengapresiasi Jember ditetapkan sebagai Kota Karnawal atas konsistensi kota di Jawa Timur itu menyelenggarakan Jember Fashion Carnaval (JFC) selama 16 tahun. JFC adalah ajang fesyen tahunan yang digelar di sepanjang jalan utama kota Jember. Selain fesyen siap pakai yang ditampilkan, juga instalasi fesyen yang unik dan meriah.

“Saat ini, Jember Fashion Carnaval sudah bertaraf internasional. Kementerian Pariwisata sangat apresiasi dengan menetapkan Jember sabagai Kota Karnaval melalui Surat Keputusan Menteri Pariwisata,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meluncurkan meluncurkan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 bertema Victory, Unity in Diversity di Jakarta, Kamis (21/7/2017) malam.

Dilanjutkan, JFC menginspirasi banyak karnaval di tanah air serta memiliki sederet prestasi internasional sehingga sangat layak dipromosikan ke tingkat global. “Semua orang mengakui JFC berkelas dunia. Pengangkatan Jember sebagai Kota Karnaval untuk mengangkat derajat Jember Go Internasional,” lontar Menpar.

“Jika JFC ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah dalam Indonesia Incorporated. Untuk ini Kota Jember harus diset menjadi Kota Karnaval berkelas dunia. Sebagai Kota Karnaval berkelas dunia setaraf dengan kota-kota karnaval internasional lainnya seperti Rio de Janeiro, Brazil,
” sambungnya.

Memang, sambung menteri, dari sisi cultural value, kreativitas JFC sudah layak dijadikan magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), namun dari commercial value atau financial value belum terlalu menarik karena belum bisa dikapitalisasi dengan baik. “Dengan menjadikan Kota Karnaval berkelas dunia sisi commercial value atau financial value-nya dapat dinaikkan,” ucapnya.

Dari sisi cultural value, kreativitas JFC diakui dunia terbukti diraihnya sederet penghargaan internasional sebagai best national costume dengan inspirasi dari berbagai daerah di tanah air antara lain; Bali (best national costumemister international 2010 di Indonesia); Toraja Karembau (best national costume man hunt international 2011 di Korea Selatan); Papua (best national costume mister universe model di Republika Dominica); Borneo (best national costumemiss supranational 2014 di Polandia).

Selain itu Lampung (best national costumemiss international 2014 di Tokyo, Jepang dan best national costume miss grand international 2016 di Las vegas, USA); Toraja Tongkonan (best national costume miss supranational 2015 di Polandia); Borobudur (best national costumemiss universe 2015 di Florida,USA); Betawi (best national costume miss tourism international 2016 di Malaysia); dan Garuda (top 5 national costume miss universe 2016 di Philipina).

Menurutnya, Fortopolio bisnis pariwisata Indonesia bersumber pada daya tarik budaya (culture) 60%, alam (nature) 35%, dan daya tarik buatan manusia (manmade) 5% yang dikembangkan dalam produk wisata berupa event tourism dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), sementara kegiatan JFC 2017 akan meliputi yang meliputi exhibition, carnival, conference, dan concert.

Bupati Jember, Faida mengatakan, JFC selama ini terbukti mendorong perekonomian di Jember. Bahkan, kegiatan ini juga telah menginspirasi berbagai kalangan masyarakat di Jember dan sekitarnya.

Dia menyebut, masyarakat antusias menyambut JFC. Mereka turut berkreatif dan terbukti ekonomi bergerak. “Terima kasih pada panitia yang memberikan peluang pada masyarakat umum, bahkan warga Jember yang berkebutuhan khusus dan pasien operasi bibir sumbing turut terlibat dalam event ini. Mereka jadi lebih percaya diri,” ujar Faida.

Ketua Penyelenggara JFC, Dynand Fariz, mengatakan kalau dirinya dan masyarakat Jember sangat senang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. “Penetapan sebagai Kota Karnaval melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pariwisata membantu acara ini semakin dikenal. Saya berharap, penetapan ini juga akan diiringi dengan pengembangan industri wisata di Jember yang berkelas dunia,” ujar Dynand.

Tak hanya memeriahkan suasana di Indonesia, peserta Jember Fashion Carnaval juga dikirim ke sejumlah perlombaan kostum internasional. Belum lama ini, peserta dari Lampung baru saja memenangkan penghargaan Best National Costume Miss Grand International di Amerika Serikat.

Dynand lanjut mengatakan, Jember Fashion Carnaval kembali digelar pada 9-13 Agustus 2017 dengan tema Tema Victory berarti kemenangan, dengan sub tema Unity in Diversity adalah kesatuan dalam keberagaman. Tema ini menggambarkan semangat yang seharusnya dimiliki Indonesia pada saat ini. (NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.