Kemenpar Targetkan Kunjungan Wisman Dan Devisa dari 10 DTW Unggulan 2016

0
731

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Target kunjungan wisman dan devisa dari 10 destinasi wisata unggulan 2016 sudah ditetapkan sehingga berbagai instansi terkait terus melakukan sinergi dan kordinasi untuk percepatan pembangunannya, kata Azwir Malaon, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Alam, Kementrian Pariwisata, hari ini.

Sejak November 2015, Menpar Arief Yahya telah mengumumkan 10 destinasi wisata priorotas tahun ini yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Pariwisata. Sementara ke-10 destinasi pariwisata yang menjadi prioritas tersebut adalah Danau Toba, Borobudur, Bromo ( Bromo Tengger Semeru), Kepualauan Seribu, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo dan Morotai.

“Enam diantara 10 destinasi baru adalah kawasan wisata bahari unggulan yang akan disulap menjadi kawasan wisata sehingga target kunjungan wisman untuk Kepualauan Seribu, Tanjung Kelayang ( Belitung), Wakatobi dan Morotai diharapkan hingga 2019 masing-masing memperoleh kunjungan 500 ribu orang dan devisa sebesar US$ 500 juta,” ungkap Azwir.

Namun untuk Mandalika dan Tanjung Lesung yang merupakan KEK maka ekspektasi pemerintah lebih tinggi, masing-masing diharapkan mendapat kunjungan 1 juta wisman dan devisa sebesar US$ 1miliar. Tapi data 2013 untuk wisman yang berkunjung ke Tanjung Lesung baru 1739 wisman, Mandalika 125.307 wisman, Labuan Bajo 54.147 wisman, Kepualauan Seribu 16. 384 orang dan Wakatobi 3.315 wisman.

Untuk percepatan pengembangan wisata bahari, kata Azwir, ketua tim yang dipimpin oleh mantan Menko Maritim Indroyono akan mengundang semua stakesholder di enam kawasan wisata bahari ke Jakarta untuk melaksanakan rapat kordinasi.

“Dijadwalkan pada 7 Maret 2016 para stakesholder dari enam potensi wisata bahari dari 10 destinasi wisata unggulan itu diundang ke Jakarta sehingga akan semakin jelas siapa melakukan apa untuk mengejar target-target yang sudah ditetapkan,” kata Azwir Malaon.

Pihaknya berharap para pelaku industri juga nantinya siap dengan paket-paket wisata unggulannya sehingga wisata bahari bisa menjadi andalan. Saat ini semua instansi yang terkait juga tengah melakukan pemetaan mulai dari potensi bahari, fasilitas hingga permasalahan yang ada.

“Untuk Kepulauan Seribu misalnya, air dan listrik jadi masalah lalu status kepemilikan pulau-pulau yang ada oleh perorangan maupun swasta serta masalah aksesibilitas udara karena sejak dulu sudah ada bandara di Pulau Panjang Besar Kepulauan Seribu. Jenis pesawat apa yang bisa dioperasikan ke bandara itu sudah harus dipikirkan agar tidak mengganggu lalu lintas udara di bandara Soekarno Hatta,” tambahnya.

Kisah sukses kawasan wisata bahari adalah kawasan Nusa Dua Bali di tepi pantai Nusa Dua dengan luas kawasan mencapai 1500 hektar yang didalamnya berisi hotel, resort, fasilitas convention dan obyek wisata yang telah memiliki  3A yaitu accessibilities (infrastruktur), attractions (atraksi) dan amenities ( resort developer dan tourism).

10 destinasi wisata unggulan 2016 yang langsung ditetapkan oleh Presiden Jokowi untuk mengejar kunjungan 20 juta wisman di akhir masa jabatannya masih harus memenuhi syarat 3 A itu yang melibatkan berbagai instansi terkait dibawah kordinasi Menko Maritim dan Sumber Daya RI. Sejauh ini  pemerintah telah membentuk Badan Otorita Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur agar keberadaan destinasi wisata itu lebih mendunia. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.