Kemenpar: Media Miliki Peran Penting Agar Pemudik Jaga Soal Sampah & Toilet Bersih

0
592

Esthy Reko Astuty, Deputy Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (tengah) bersama jajararan asisten deputy ( foto : HAS)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Media memiliki peranan strategis dan penting untuk membuat para pemudik di Libur Lebaran 2016 menjaga tiga hal yang sangat mendapat perhatian para wisatawan nusantara ( wisnus) yaitu masalah kemacetan, sampah dan toilet bersih.

“Tiga hal itu yang menjadi concern dari potensi 18 juta pemudik yang juga menjadi wisatawan nusantara. Oleh karena itu kuncinya adalah dari para pemudik sendiri yang harus bisa menjaga kebersihan, ketertiban selama dalam perjalanan mudik,” ungkap Esthy Reko Astuty, Deputy Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Jumat.

Berbicara pada buka puasa bersama Forum Wartawan Kemenpar di Hotel Arya Duta, Jakarta, Esthy mengatakan bahwa pergerakan wisatawan nusantara selama Ramadhan dan wisata mudik bisa mencapai 32 juta perjalanan karena libur Lebaran merupakan puncak tertinggi pergerakan wisnus disusul liburan pada setiap akhir tahun.

“Libur Lebaran dan lbur sekolah jatuh pada waktu bersamaan sehingga akan mendorong peningkaran pergerakan wisnus hingga mencapai 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. Perkiraan perjalanan wisnus rata-rata tiap bulan 20 juta dan ketika Ramadhan tinggal 70% atau sekitar 14 juta. Namun saat mudik naik jadi 18 juta perjalanan makanya total perjalanan wisnus saat Ramadhan dan wisata mudik capai 32 juta perjalanan,” jelasnya.

Hadir jajaran pejabat Kemenpar a.l Mumus Muslim, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara dan Francesca Nina Soemitro, Asisten Deputi Analis Data Pasar Pariwisata Nusantara yang memberikan masukan bagi pers cara penghitungan jumlah wisnus yang memanfaatkan data penerbangan domestik dan pergerakan wisnus pengguna Telkomsel.

Hadir pejabat lainnya, Raseno Arya Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Pariwisata Nusantara serta Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara

20160703_165846

Seperti tahun lalu, kata Francesca Nina Soemitro, Kemenpar tahun ini juga menurunkan langsung tim yang memantau kunjungan wisnus di sejumlah titik destinasi favorit di berbagai provinsi.

Dari turunnya tim secara langsung itulah diperoleh tiga hal yang paling dikeluhkan oleh wisatawan nusantara adalah kemacetan, masalah sampah yang berserakan serta air bersih di toilet umum. “Oleh karena itu saat mudik Lebaran dan berwisata ke berbagai obyek wisata jaga betuk masalah kebersihan dan ketertiban,” ungkap Nina.

Terkait dengan mudik Lebaran, Kemenpar juga menerbitkan peta jalur mudik plus informasi paket dan destinasi di Sumatera, Jawa, dan Bali. Peta jalur mudik itu sudah mulai didistribusikan sebagian besar di Jakarta.

Peta yang disusun Kemenpar, Kemenhub, Polri, Jasa Marga itu dilengkapi dengan harga paket-paket wisata berbagai tujuan yang bisa dipesan melalui website: www.horevaganza.com, namun paket tidak termasuk tiket airlines.

Selain itu dalam peta ada nomor telepon penting, daerah rawan macet, hingga tempat-tempat rekreasi meliputi pantai, taman nasional, diving, surfing, dan pegunungan.

“Kami berupaya agar mobilisasi wisatawan domestik pada musim Lebaran tahun ini tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa,” kata Esthy.

Secara khusus, libur lebaran dikatakannya memang mendorong pergerakan wisnus untuk berwisata di dalam negeri dan memberikan kontribusi besar bagi target mobilisasi wisnus tahun ini sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp223,6 triliun.

Esthy juga mengharapkan sektor pariwisata akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional (PDB) lebih besar atau setidaknya mencapai 5 persen serta menciptakan lapangan pekerjaan yang luas. “Kami juga berharap jumlah tenaga kerja langsung, tidak langsung, dan ikutan pada sektor pariwisata bisa sebanyak 11,3 juta orang,” katanya. (Hilda Ansariah Sabri)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.