Kemenpar: Indonesia Targetkan Jadi Pusat Wisata Halal dunia

0
826

Pulau Lombok yang dijuluki pulau Seribu Mesjid (foto: lomboknesia.blogspot.com)

MATARAM, Lombok, test.test.bisniswisata.co.id : Kementerian Pariwisata menyatakan optimistis Indonesia bisa menjadi pusat wisata halal dunia. Selain mayoritas penduduk beragama Islam, sarana destinasi dan layanan pariwisata dinilai telah memenuhi persyaratan wisata halal.

Deputi Menteri Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisara I Gde Pitana mengatakan pariwisata halal menjadi tren dunia dalam beberapa waktu terakhir.  “Negara lain sudah mempersiapkan diri menjadi tren destinasi wisata halal seperti Australia, Tiongkok dan Jepang,” katanya.

Oleh karena itu, ujarnya, Indonesia mesti berani menjadi pusat wisata halal dunia. Wisata halal menjadi potensial untuk dikemas karena cukup banyak wisatawan mancanegara yang Muslim.

Bahkan berdasarkan data Kementerian Pariwisata 20 persen dari 10 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia tahun lalu adalah Muslim. Pitana menjelaskan untuk kriteria halal sendiri tidak merujuk kepada produk melainkan telah memenuhi persyaratan produk untyk memberikan layanan halal ke wisatawan. Misalnya adalah hotel, restoran dan fasilitas pendukung lain yang ramah terhadap wisatawan Muslim ( Muslim Traveler).

“Di Indonesia, banyak destinasi yang bisa dikembangkan seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Sumatera Barat dan Jawa Timue,” ujarnya.

Lombok sendiri telah memenangkan penghargaan pada ajang World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 di Abu Dhabi sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination.

Oleh karena itu pada Internationale Tourism Bourse (ITB) Berlin, 9-13 Maret 2016 lalu, Kemenpar all out dalam memoromosikan Lombok sebagai destinasi wisata halal ke seluruh dunia karena bursa wisata itu diikuti industri wisata kelas dunia.

Presiden Jokowi sudah menetapkan pariwisata sebagai sektor prioritas dan sudah berkunjung ke Mandalika, di Puncak Perayaan Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari lalu dan kini, Lombok Mandalika sudah dimasukkan dalam 10 destinasi prioritas,” ungkap Pitane.

Wisatawan dari Timur Tengah menjadi target wisata halal di Lombok karena disamping memiliki lama tinggal yang panjang sekitar 3 minggu hingga satu bulan, mereka punya kebiasaan length of stay yang lama. Belanja yang dikeluarkan mereka juga cukup besar, bisa US$ 1.750 per kunjungan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama kalangan industri pariwisata kompak berjualan branding “Halal Destination” di ITB Berlin 9-13 Maret lalu dan mendukung fasilitas di Mandalika yang masuk 10 destinasi utama pariwisata bersama Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Borobudur, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai. (utamid.kusumawati@gmail.com).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.