Kemenpar Gandeng PT Pariwisata Wujudkan 20 Juta Kunjungan Wisman

0
447
Wisatawan asing saksikan keindahan danau Linouw Tomohon (foto: sitaro.wordpress.com)

DENPASAR, bisniswisata.go.id: Guna mewujudkan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng beberapa perguruan tinggi (PT) Pariwisata yang menjadi binaannya. Perguruan tinggi mulai akademi, politeknik hingga sekolah tinggi akan mengemban tugas untuk mengembangkan Bali-Bali Baru tahun ini.

“Bagi perguruan tinggi di bawah Kemenpar sudah dibagi tugas. Misalnya Akpar (Akademi Pariwsata) Medan membantu menangani pengembangan Bali Baru Danau Toba,” kata Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kemenpar, Prof. Dr. H.M. Ahman Sya disela-sela Rakornas PT Pariwisata di Hotel Grand Tulip, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (3/8/2016) malam.

Namun, tak semua perguruan tinggi pariwisata di bawah Kemenpar memiliki tugas yang sama. Untuk perguruan tinggi pariwisata berstatus sekolah tinggi, jumlah Bali Baru yang ditangani lebih banyak ketimbang akademi dan politeknik pariwisata (poltekpar). Hal ini dilihat dari kualitas dan kuantitas SDM yang dimiliki perguruan tinggi tersebut.

“Contohnya Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menangani empat Bali Baru yakni Tanjung Kelayang di Belitung, Tanjung Lesung-Banten, Kota Tua dan Kepuluan Seribu-Jakarta serta Borobudur di Joglosemar atau Jogja-Solo-Semarang,” ungkapnya.

Untuk STP Nusa Dua Bali, sambung Ahman Sya sudah ditugaskan menangani sekitar tiga Bali Baru yakni Bromo Tengger-Semeru di Jawa Timur, lalu Mandalika di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Labuan Bajo-Pulau Komodo di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kalau Poltekpar Makassar menangani Bali Baru Wakatobi di Sulaweri Tenggara dan Morotai di Maluku Utara,” tambah Ahman Sya.

Mengingat terlalu luas dan banyak pekerjaan pengembangan Bali-Bali Baru ini yang akan diemban perguruan tinggi di bawah Kemenpar, perguruan tinggi lain di luar Kemenpar yang memiliki jurusan ataupun program studi (prodi) Pariwisata, akan dilibatkan dan dibagikan tugas sesuai kedekatan lokasinya dengan masing-masing Bali Baru itu. Namun, program tugas yang diberikan Kemenpar kepada sejumlah perguruan tingginya itu, tidak akan lepas dari fungsi perguruan tinggi itu. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here