Kemenpar Agar Gencarkan Promosi Wisata Nusantara

0
946

Wisatawan Nusantara (Wisnus) dari Karyawan Indocement mengunjungi candi Cangkuang di Garut, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Komunitas dan kemudahan informasi melalui e-tourism makin dibutuhkan. (Foto: Euis Akmakia Ibrahim)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Pelaku pariwisata menilai pemerintah perlu memperhatikan potensi wisatawan domestik dan menggunakan promosi wisata dengan bijak antara promosi wisata nusantara maupun promosi luar negeri, kata Anton Thedy, Managing Director TX Travel, hari ini.

“ Target pemerintah untuk mendapatkan kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia tahun 2019 tetap dikejar tapi bukan berarti dana promosi wisata yang tahun ini mencapai Rp 4 triliun terfokus pada promosi luar negri karena data  tahun lalu ada 130 juta orang Indonesia yang melakukan penerbangan domestik, “ ungkapnya.

Anton mengatakan dia termasuk yang  kurang setuju dengan  program 20 juta wisman karena biaya dan persiapannya yang tidak mudah dan murah. Sementara  hasilnya wisman yang datang ke Indonesia kebanyakan adalah kelas menengah ke bawah juga. Sedangkan hotel-hotel mewah  bintang enam dan plus-plus lainnya di Bali malah  diisi oleh orang Indobesia.

Kalau menjaring wisman tentunya selain lama tinggal juga tingkat pengeluaran yang tinggi. wisatawan nusantara kelas papan atas ada 74 juta dan tiap tahun jumlahnya terus bertambah jadi jangan diabaikan potensi wisnus, tambah Anton.

“ Saya lebih memilih untuk gencarkan  promosi Visit Indonesia Year lagi karena target 20 juta wisman bisa terkejar tetapi di dalam negri masyarakat sebagai tuan rumah juga lebih bergairah. Menggerakkan wisnus lebih mudah dan murah promosinya,” ungkapnya.

Turis lokal juga penuh pengertian dengan fasilitas yang apa adanya dan bisa makan kuliner lokal yang sangat variatif . Apalagi Wisnus suka belanja buat oleh-oleh buat kekarga dan kerabat sehingga industri UMKM tumbuh sehat.  Daerah yang di promosi bisa lebih banyak sekaligus menunjang ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja.

“Repotnya baik masyarakat dan para pemegang amanah anggaran juga orientasinya lebih kuat ke luar negri. Ibarat pepatah kutu di sebrang lautan keliatan tapi gajah di depan tidak terlihat,” kata Anton.

Bagi Jonathan Sofian, Wakil Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA) yang menangani bidang penelitian dan standarisasi mindset pemerintah dalam menjaring wisatawan mancanegara atau wisatawan nusantara sudah harus melalui e-tourism.  Dana promosi wisata Kemenpar yang berlebih bisa didorong untuk membuat kompetisi aplikasi (Apps) yang diintegrasikan ke Play Store.

“Jadi Kementrian Pariwisata bikin kompetisi membuat aplikasi yang dibutuhkan bila seorang wisatawan datang ke satu kota atau destinasi wisata. Bikin lomba dengan hadiah utama Rp 100 juta misalnya sehingga nanti masyarakat yang akan membuat aplikasi apa yang bisa di download di telepon genggamnya agar bisa berwisata dengan aman, nyaman dan mudah,” ungkapnya.

10 besar dari hasil kompetisi e-tourism bisa diintegrasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Apalagi saat ini diperkirakan ada 120 juta netter di Indonesia dan penggunaan mobile application ditengah masyarakat  sudah 56%.

“E-tourism sudah tidak bisa ditunda lagi jadi kalau mau mendorong pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara jangan tunda-tunda lagi buat kompetisi Apps. Kreativitas akan muncul misalnya Apps untuk kuliner, aktivitas belanja dan lainnya ” kata Jonathan.

Dia optimistis sistem buttom-up dengan membuat kompetisi e-tourism akan menggerakan para netizen untuk kreatif, inovatif dan menjadi entrepreneur baru. Dari sisi Kementrian Pariwisata tidak membuat sesuatu yang mereka mau tapi  membuat suatu aplikasi yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa aktivitas pemasaran pariwisata luar negri sejak awal tahun sudah banyak yang dilaksanakan. Pada 27 Februari 2016 diselenggarakan  Festival Wonderful Indonesia di Perbatasan Aruk Kabupaten Sambas untuk menjaring wisman dari negara-negara tetangga.

Selain itu mengikuti pameran Travel Revolution di Singapura 26-28 Februari 2016, mengirim  Sales Mission di Kuala Lumpur 22-23 Februari. Selain itu juga mengirim Sales Mission Golf di Osaka, Nagoya pada 15-29 Februari dan Japan Golf Fair pada 19-21 Februari 2016 di Jepang.

Event promosi luar negri lainnya adalah evebt MICE 23- 25 Februari di Melbourne, Austrakia dan mengikuti butsa wisata terbesar di dunia yaitu ITB Berlin, Jerman pada 9-13 Maret 2016. ([email protected]).

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.