Kemenkop Desak Pelaku Usaha Pariwisata Bentuk Koperasi

0
1062
Kunjungan Wisatawan di Candi Prambanan (Foto: ww.kompas.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Koperasi dan UKM menyayangkan pengembangan desa-desa yang memiliki potensi wisata belum optimal dilakukan. Ini karena pelaku usaha di bidang pariwisata sebagian besar belum berbentuk koperasi.

“Kami mendesak agar Dinas-Dinas Koperasi di daerah untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang manfaat berkoperasi kepada para pelaku usaha pariwisata sehingga mereka nantinya akan segera membentuk koperasi atau bergabung ke koperasi yang ada,” papar Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Diakuinya, pariwisata, salah satu andalan Indonesia sebagai penghasil devisa negara. Tahun 2014, sektor pariwisata menyumbang 9,3 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan devisa sebesar Rp133,9 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 9,8 juta orang.

Wayan Dipta mengatakan peran signifikan industri pariwisata terhadap ekonomi membuat pihaknya mendorong pengembangan potensi pariwisata sebagai destinasi wisata Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM berharap agar koperasi-koperasi yang berada di lokasi wisata untuk terlibat dalam pengembangan wisata.

“Dinas Koperasi dan UKM diharapkan menjadi motor penggerak sektor pariwisata di wilayahnya melalui peningkatan peran dan kapasitas koperasi sebagai pengelola usaha pariwisata atau bersinergi dengan koperasi-koperasi yang usahanya sebagai pendukung pariwisata,” ujar Wayan

Peran Kementerian Koperasi dan UKM bersama-sama dengan Pemerintah Daerah sangat strategis dalam pengembangan pariwisata, khususnya dalam mengintegrasikan koperasi-koperasi sektor industri kreatif sebagai pendukung pariwisata seperti koperasi pengelola wisata, kerajinan, kuliner, produk unggulan daerah, dan transportasi.

Saat ini, imbuh Wayan, paradigma pembangunan dilakukan dengan pembangunan pedesaan, daerah pesisir dan daerah tertinggal. Konsep pembangunan pariwisata juga dilakukan dengan pengembangan potensi desa sebagai desa wisata.

Kegiatan Bimbingan Teknis Kepada para Koperasi Pengelola DWH inilah, menurutnya yang dilakukan oleh Kemenkop & UKM agar koperasi dapat terus berbenah diri. “Juga dapat terus meningkatkan kapasitasnya sebagai pengelola pariwisata yang profesional dan berdaya saing tinggi sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam pembangunan pariwisata Indonesia,” pungkas Wayan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.