Kemenhub Longgarkan Regulasi Penerbangan

0
494
Run Way bandara di Indonesia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya empat beleid akan dilonggarkan oleh Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat ini guna mendorong para penanam modal untuk berinvestasi di industri penerbangan nasionalBeleid yang akan dideregulasi tersebut antara lain pertama,

Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 45/2015 tentang persyaratan kepemilikan mo dal badan usaha di bidang transportasi. Kedua, Permenhub No. 160/2015 tentang Peremajaan Pesawat Angkutan Udara se bagaimana diubah terakhir de – ngan Permenhub No. 7/2016. Ke tiga, Permenhub No. 64/2016 tentang persyaratan sertifikasi dan operasi untuk sekolah pe – nerbang.

Keempat, Permenhub No.174/2015 tentang pembatasan usia peralatan penunjang pe layanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/ GSE) dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara, sebagaimana diubah terakhir dengan Permenhub No. 91/2016. Dirjen Perhubungan Udara Ke menhub Suprasetyo mengatakan pemerintah akan mengurangi atau meniadakan sejumlah aturan yang selama ini dinilai memberikan beban ekonomi, baik bagi operator maupun pengguna jasa penerbangan.

“Kami akan menderegulasi peraturan yang dapat membawa pengaruh negatif pada du – nia usaha dan investasi. Tak ha nya itu, kami juga akan me – niadakan birokrasi yang berbelit-belit dan overlapping,” katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (29/10/2016).

Suprasetyo optimistis deregulasi di bidang penerbangan tersebut akan meningkatkan pe – ran swasta dalam membangun pelayanan, dan konektivitas trans portasi udara yang efektif dan efisien, sehingga penerbang an sipil nasional dapat berjalan lebih baik.

Pemerintah juga berencana membangun infrastruktur prioritas, khu susnya bandara secara lebih adil, dan proporsional. Nantinya, pembangunan bandara tersebut akan dititikberatkan pada daerah terluar, terdalam, perbatasan dan rawan bencana alam.

“Selain menjaga pertahanan dan keamanan NKRI, kami ju – ga berharap bandara yang di – bangun di wilayah perbatasan ter sebut dapat menciptakan pe – merataan pembangaunan, dan menggerakkan kegiatan perekonomian,” tuturnya.

Tak hanya bandara, Suprasetyo menambahkan pemerintah juga memperhatikan infrastruktur dalam menunjang sektor pariwisata, dan distribusi ba rang. Untuk itu, sambungnya, para maskapai, penyelenggara bandara dan lain sebagainya untuk bersiap.

Pasalnya, Kemenhub berencana meningkatkan kapasitas bandara, jam operasional bandara hingga rute penerbangan, termasuk meningkatkan peran bandara pengumpul (hub) dan bandara pengumpan (spoke) agar dapat merangsang dibukanya rute-rute baru.

“Apalagi, pada saat ini, pemerintah juga telah mengadakan angkutan barang khusus kargo dengan rute perintis di wilayah Indonesia Bagian Timur, khususnya di Papua dan Papua Ba rat, serta Kalimantan,” ujarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.