Home INDEX Kemdag Lindungi Batik Nasional dari Serangan Batik Impor

Kemdag Lindungi Batik Nasional dari Serangan Batik Impor

0
968

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KEMENTRIAN PERDAGANGAN (Kemdag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 53/M-DAG/PER/7/2015 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Batik dan TPT Motif Batik. Batik impor yang banyak masuk ke Indonesia kebanyakan berasal dari Tiongkok dan Malaysia.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, tujuan dibuatnya Permendag No 53/M-DAG/PER/7/2015 untuk melindungi batik dalam negeri dari serangan batik impor. “Batik dalam negeri harus dilindungi dari serbuan batik impor dan batik dalam negeri harus menjadi tuan rumah,” ujar dia di Kantornya, Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (30/7).

Ia mengatakan, setelah batik ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Indonesia banyak diserbu oleh batik impor.

Menurut data Kemdag, nilai impor TPT batik dan motif batik pada 2012 – 2014 terus meningkat. Nilai impor TPT batik dan motif batik pada 2012 sebesar US$ 73 juta dan pada 2014 naik menjadi US$ 87 juta. Pada periode Januari – April 2015, nilai impor batik TPT sudah mencapai US$ 34 juta.

Ia mengatakan, komoditas yang diatur dalam Permendag adalah kain lembaran dan pakaian jadi batik dan bermotif batik, dengan batasan paling sedikit dua warna. Setiap perusahaan yang akan melakukan impor TPT dan TPT motif batik harus memiliki penetapan sebagai Importir Terdaftar (IT) TPT batik dan motif batik.

Untuk mendapatkan penetapan sebagai IT TPT batik dan motif batik, perusahaan harus mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Syarat mendapatkan IT TPT batik dan motif batik diantaranya izin usaha industri atau izin sejenis, angka pengenal importir, Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
“Setiap perusahaan harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan,” ujar Rachmat.

Dalam Permendag juga diatur soal pelabuhan tujuan TPT batik dan TPT motif batik, dimana pemerintah membatasi jumlah pelabuhan tujuannya, yaitu Pelabuhan Laut Belawan di Medan, Tanjung Perak di Surabaya, dan Soekarno Hatta di Makasar sedangkan pelabuhan udara hanya di Bandara Soekarno Hatta di Tangerang.

Selanjutnya, setiap importasi TPT batik dan TPT motif batik harus terlebih dahulu diverifikasi atau ditelusuri teknis impor di pelabuhan muat oleh surveyor. Permendag mulai berlaku 90 hari sejak tanggal diundangkan, pada 27 juli 2015. ([email protected])

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.