Kejurnas Aerobic Gymnastic 2015 ikut promosikan obyek wisata di Bogor

0
1458

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Prestasi tim Aerobic Gymnastic Indonesia patut dibanggakan dikarenakan termasuk 8 besar rangking se-dunia dimana pada kategori trio ada tiga atlit Indonesia prestasinya sudah meraih posisi ranking 8 dunia dan di kategori grup ada lima atlit yang berada di posisi rangking tiga.

“Untuk menuju Asian Games 2018, PB Persani tetap  konsisten meningkatkan prestasi olahraga senam dengan menyelenggarakan Kejurnas  Aerobic Gymnastic ini untuk mempersiapkan para atlit-atlit,” kata Nina Nurlina Pramono, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( PB Persani), hari ini..

Untuk itu Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia dalam waktu dekat menyelenggarakan agenda nasional berupa Kejuaraan Nasional Aerobic Gymnastics pada 18-22 Febuari di Pusat Pengembangan, Pemberdayaan,  Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan Bimbingan Konseling (BK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berlangsung di Parung, Jawa Barat.

“Atlit senam yang dipastikan hadir a.l dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Riau, NTB, Kalimantan TImur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. Kalau di damping pelatih maka total peserta bisa mencapai 120  orang,” ujarnya.

Selain meningkatkan prestasi melalui Kejurnas Aerobic Gymnastic, para peserta kejurnas juga bisa mengikuti post tour yaitu berwisata ke wilayah Bogor, Jawa Barat karena kegiatan berlangsung di daerah Parung. Pihak panitia memfasilitasi dengan mobil sewaan bagi atlit dan pendamping yang mau berwisata sebelum kembali ke daerahnya masing-masing.

“Untuk daerah Parung ada Mesjid Kubah Emas yang megah, sedangkan di wilayah Bogor ada obyek wisata Kebun Raya Bogor, istana Bogor yang merupakan tujuan wisata edukasi, disamping tempat-tempat kuliner,” kata Nina, mantan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation.

Menurut dia, Kejuaraan Nasional tersebut langsung ditangani oleh Komisi Tehnik Aerobic Gymnastics PB Persani, dimana dalam penyelenggarannya ditunjuk Mona Nanletta sebagai Ketua Panitia. Sejauh ini 14 provinsi dengan sekitar 85 atlit telah menyatakan keiikutsertaannya pada agenda rutin ini.

Panitia telah mengelompokkan kejuaraan nasional dengan kategori National Development usia 9 – 11 Tahun, kelompok usia 15-17 tahun dan kategori senior berusia 18 tahun lebih; Ketua Umum PB. Persani yang juga Mantan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation ini mengatakan selain sebagai program rutin tahunan PB Persani, Aerobic Gymnastics merupakan salah satu cabang pertandingan dalam olahraga senam yang memiliki daya tarik yang kuat untuk mendapat perhatian serta memasyarakatkan olahraga tersebut.

“Gerakannya berulang-ulang, atraktif dan menghibur karena memakai iringan music dan hal ini sejalan dengan tumbuhnya trend senam di masyarakat saat ini. Sayangnya dalam setiap penyelenggaraan sebelumnya maupun tahun ini terbentur masalah dana,” ucap Nina yang baru menduduki posisinya sebagai Ketua Umum PB Persani.

Pihaknya mengatakan pembinaan dan pengembangan prestasi atlit tidak boleh terputus karena hasil akhirnya nanti dapat menghasilkan atlit-atlit berprestasi di masa depan. Oleh karena itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah  No: 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan Olahraga maka untuk penyelenggaraan dan sumber keuangan sebaiknya ditanggung bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan/ atau pemerintah kabupaten / kota.

“Saat ini dengan dana yang sangat terbatas kami tetap menyelenggarakan Kejurnas dan diharapkan ada partisipasi dari pemerintah daerah maupun masyarakat untuk membantu penyelenggaraannya,” tutur Nina.

Tujuan kejurnas Aerobic Gymnastic selain untuk meningkatkan dan mengembangkan prestasi maupun tingkat disiplin juga untuk pengembangan sumber daya pelatih, mempererat sumber daya pelatih, mempererat hubungan antara pelatih-atlit-pengurus bahkan juga dengan para juri.

Ketua Panitia, Mona Nanletta mengatakan tema Kejurnas Aerobic Gymnastic ini adalah mengabdi, bekerja keras dan berprestasi. Baik pengurus organisasi, pelatih, atlit dan pendukung lainnya termasuk keluarga atlit sebagai motivator kunci haruslah didasari kecintaan untuk mengabdi pada bangsa dan tanah air, mau berlatih dengan disiplin serta bekerja keras dalam mengharumkan cabang olahraga ini sehingga menghasilkan atlit berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Para atlit yang sudah tiba bisa melakukan latihan dan babak kualifikasi berlangsung  20 Febuari dilanjutkan dengan babak final keseokan harinya, pengumuman pemenang dan upacara penghormatan serta penutupan kejurnas. Pada 22 Febuari peserta kembali ke daerahnya masing-masing dan bagi yang berminat berwisata dapat ke Kubah Emas atau ke Istana serta Kebun Raya Bogor serta wisata kuliner,” kata Mona.

Mona optimistis, ke depan perkembangan senam Aerobic Gymnastic akan semakin digemari karena merupakan serangkaian gerak yang dipadukan dengan irama musik yang telah dipilih dengan durasi tertentu. Aerobik adalah suatu sistem latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasukan oksigen di dalam jaringan tubuh.

Pemasukan oksigen ini ditentukan oleh kapasitas maksimal paru-paru saat menghirup udara dan bila dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup akan memperbaiki kerja jantung dan paru-paru. Manfaat lainnya adalah meningkatkan kekuatan otot dengan intensitas yang tinggi dalam waktu singkat, mempergunakan tenaga yang maksimal dan dilakukan secara diulang-ulang serta diberikan beban yang bervariasi.

Disamping itu Aerobic Gymnastics juga meningkatkan kelenturan tubuh terutama otot atau gerakan yang berada di sekeliling sendi. Setelah menyelesaikan latihan aerobic maka melakukan peregangan akan membantu meningkatkan kelenturan dan juga membantu sirkulasi darah ke jantung. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.