Kejuaraan Dunia Arung Jeram, 24 Negara Tertarik Jajal Citarik

0
1034
Arum Jeram (Foto: gilasport.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tantangan jelajah arung jeram Sungai Citarik yang terkenal di dunia, menjadi daya tarik atlet arum jeram untuk mengikuti World Rafting Championship atau Kejuaraan Dunia Jeram 2015 di Sungai Citarik Desa Cijambe Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 29 November hingga 8 Desember 2015. Sebanyak 650 atlet arung jeram dari 24 negara ambil bagian dalam event internasional yang pertama kali digelar di Indonesia.

“World Rafting Championship di Citarik ini perlombaan dengan kategori R6 yaitu enam atlet dalam satu perahu,” papar Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) dalam siaran pers yang diterima test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Ketegori R6 itu, sambung dia, dibagi menjadi empat kelas yaitu kelas master untuk peserta berusia lebih dari 40 tahun, kelas terbuka untuk semua umur, kelas remaja untuk usia di bawah 19 tahun, dan kelas junior untuk peserta berusia di bawah 23 tahun.

“Kejuaraan Dunia Arung Jeram ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi juara. Perlombaan itu juga menjadi ajang terbaik mengenalkan wisata olahraga air Indonesia ke seluruh dunia,” kata Direktur Lomba Kejuaraan Dunia Arung Jeram 2015 Amalia Yunita.

Indonesia, lanjut Amalia, akan menurunkan 49 atlet arung jeram yang terbagi dalam tujuh regu pada semua kategori kelas kecuali kelas master putri. “Kami melombakan empat nomor yaitu sprint atau adu cepat sepanjang 300 meter, adu cepat satu-lawan-satu regu dengan sistem gugur, down river atau adu cepat sepanjang 8-12 kilometer, dan nomor slalom,” kata Amalia sambil menambahkan ketinggian permukaan air Sungai Citarik sudah mencapai 80 sentimeter sebagai syarat perlombaan menyusul hujan yang terjadi pada awal November 2015.

Kapten Tim Nasional Senior Indonesia Abu Hanifah mengatakan, tim Indonesia tidak dapat gegabah dalam perlombaan meskipun menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia 2015. “Kami siap menghadapi lawan manapun. Tapi, jangan bebani kami dengan target meskipun kami sudah punya keuntungan dengan mengenal karakter Sungai Citarik,” kata Abu Hanifah.

Kompetisi WRC 2015 dikelompokkan jadi kategori pria dan wanita, terbagi empat divisi yaitu kelompok usia junior (usia 16-19 tahun), kelompok usia muda (19-23 tahun), kelompok terbuka (semua umur) dan kelompok master (40 tahun ke atas). Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah merupakan suatu kebanggaan karena ada penilaian khusus dari International Rafting Federationā€˜s (IRF). Indonesia berhasil menyingkirkan dua kandidat tuan rumah lainnya yaitu Australia dan Brasil.

Sungai ini (Citarik) memiliki keunggulan dari segi tantangan dibandingkan sungai serupa di belahan Bumi lainnya. Selain itu, sungai ini juga memenuhi standar International Rafting Federation (IRF). Keputusan mengikutsertakan Indonesia sebagai tuan rumah WRC 2015 sudah dimulai tahun 2001 ketika FAJI mengirim atlet untuk berpartisipasi dalam kejuaraan arung jeram dunia. Setelah itu secara bertahap tim Indonesia menjadi pembicaraan internasional karena dianggap memiliki gaya yang unik dibanding peserta dari negara lain.

FAJI kemudian menawarkan diri menjadi tuan rumah WRC 2015 dan berhasil memenangkannya melalui sejumlah survei bersama beberapa sungai yang menantang di Indonesia. IRF pun memutuskan Sungai Citarik menjadi pemenang.

FAJI dan Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi untuk mempersiapkan semua yang diperlukan dalam acara tersebut, termasuk menyediakan dan meningkatkan fasilitas yang dibutuhkan di sekitar lokasi Sungai Citarik. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.