Keinginan Masarina Bertemu Presiden Jokowi Di Danau Toba

0
1944

HARANGGAOL, Sumut, test.test.bisniswisata.co.id: Berita kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Sumatra Utara selama tiga hari 1-3 Maret 2916 didengar oleh Masarina Saragih, pemilik homestay Horisan di Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

“Saya ingin bertemu langsung Presiden Jokowi dan minta agar jalan masuk ke Haranggaol sekitar 13 km diperbaiki karena sudah 30 tahun kondisi jalan tidak pernah mulus meski ada juga perbaikan.  Jalanan berkelok menurun dan penuh lubang. Jelek sekali seperti  kita belum hidup merdeka saja. Kalau jalan mulus, wisatawan pasti membanjiri desa di bibir pantai Danau Toba  Utara ini,”jelasnya, hari ini.

Keinginan Masarina Saragih untuk berbicara langsung dengan Presiden Jokowi  karena kerap mendapatkan harapan palsu sehingga infrastruktur dan aksesibilitas yang dibutuhkan tak kunjung  terwujud. Padahal kemudahan aksesibilitaslah yang akan membawa wisatawan menginap di homestay. Usaha homestay yang dimulainya 28 tahun lalu bahkan umurnya lebih lama dari terbentuknya Kecamatan Haranggaol pada 2003.

“Saya sudah tahu lewat berita di  TV bahwa  Danau Toba akan dikelola oleh Badan Otorita Danau Toba. Sebelum tahun 2000, investasi homestay yang kami bangun masih dikunjungi banyak wisatawan dari Amerika, Eropa seperti Jerman, Belanda. Tapi karena aksesibiltas  buruk maka kini  tamu sepi. Untuk membayar gaji karyawan dan listrik saja kewalahan apalagi untuk memperbaiki fasilitas yang rusak, “ ujarnya.

Tak heran usaha homestay dan cottage di desa Haranggaol  tinggal empat yang beroperasi termasuk cottage Sigumba-gumba yang serba bambu  milik putranya Darlin Purba dan lokasinya tak jauh dari homestay miliknya.

“Untuk kawasan Haranggaol kami minta kepentingan pariwisata dan kerambah dapat berjalan berdampingan yang penting pemkab Simalungun  tegas dalam menerapkan zona mana yang untuk pariwisata dan zona mana untuk kerambah yang tidak membuat pencemaran,” ungkapnya.

Keinginan Masarina bertemu Presiden Jokowi karena penataan tata ruang atau pembagian zona menurutnya menjadi solusi terbaik bagi kerambah rakyat karena masyarakat setempat sudah puluhan tahun memiliki mata pencarian dari kerambah .

PIhaknya berharap kebersihan dan kemudahan aksesibilitas terwujud sehingga wisatawan merasa nyaman berada di homestaynya yang menghadap bibir pantai Danau Toba dan dibatasi jalan dengan  perbukitan hijau di punggung bangunan.

Sebelumnya diberitakan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Sumatra Utara kali ini untuk memantau langsung pembangunan kembali jalur kereta api Sumut-Aceh di sekitar Kota Binjai, yang menjadi bagian proyek Trans Sumatera Railway dan  direncanakan selesai 2019 mendatang.

Preiden juga dijadwalkan akan meninjau pembangunan jalan tol Binjai-Medan-Tebing Tinggi, yang menjadi bagian dari proyek Jalan Tol Trans Sumatera serta berkunjung ke Danau Toba, sekaligus meninjau pembangunan Bandara Silangit dan menginap disana. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.