Kehadiran Wisatawan Lebih Menyiksa Ketimbang Kemiskinan

0
611
Plaza Mayor Madrid Spanyol (Foto: http://tourism-spot.com)

BARCELONA, test.test.bisniswisata.co.id: PARIWISATA biasanya masuk daftar unggulan setiap negara dalam mendulang devisa. Namun, bagaimana jika sektor penghimpun turis itu justru menciptakan gangguan bagi sebagian masyarakat lokal. Buktinya industri wisata di Barcelona, Spanyol, yang berada dalam senarai permasalahan.

Hasil survei yang dilakukan Dewan Kota Barcelona, pariwisata dianggap lebih bermasalah daripada kemiskinan. Sebanyak 5,3% responden menyatakan industri pelesiran menjadi masalah ketiga terbesar yang dihadapi kota Barcelona.

Problem itu berada di bawah pengangguran dan kondisi kerja serta lalu lintas yang menghimpun 31,9% responden dan 5,5% responden. Sementara kemiskinan dianggap persoalan serius oleh 5,1% responden.

“Sebagian besar penduduk Barcelona sangat muak dengan kondisi kota yang diserbu oleh para turis pada saat musim liburan,” ujar Dewan Kota yang dikutip oleh Daily Mail dalam hasil surveinya.

Situasi sempat memanas pada musim panas lalu. Kala itu, sebagian penduduk setempat turun ke jalan dan menyerukan perubahan besar untuk mengurangi jumlah wisatawan yang mengunjungi kota terbesar kedua di ‘Negeri Matador’ itu. Warga kota mengusulkan agar ada pembatasan jumlah wisatawan dan pelarangan turis untuk rombongan.

Penduduk yang membanjiri pantai dan jalan-jalan khawatir bahwa kota akan kehilangan identitasnya karena turis yang membeludak. Demi menenangkan demonstrasi warganya, Wali Kota Barcelona Ada Colau mengumumkan rencana untuk membatasi jumlah wisatawan yang memasuki kota, seperti yang dilakukan di Venesia, Italia.

Para turis diarahkan untuk mengunjungi objek wisata lainnya di negara yang sempat krisis pada 2013 itu. Sang wali kota juga telah menghentikan penerbitan izin baru untuk akomodasi wisata selama satu tahun.

Para rombongan wisatawan dilarang untuk mengunjungi La Boqueria, ikon pasar murah di Barcelona, saat hari libur. “Termasuk Jumat dan Sabtu ketika penduduk setempat melakukan belanja mingguan. Hanya mengizinkan turis yang berpasangan atau kelompok kecil dari wisatawan,” ujar Colau.

Pariwisata di Barcelona memang meningkat selama dua dekade terakhir. Jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi kota raksasa sepak bola itu melonjak dari 1,6 juta ke lebih dari 7 juta orang dalam setahun, naik di atas tiga kali lipat sejak menjadi tuan rumah perhelatan olahraga sejagat Olimpiade pada 1992.

Pariwisata berkontribusi 14% terhadap pendapatan negara di sana. Studi oleh MasterCard pada 2013 menemukan bahwa Barcelona ialah kota ketiga di Eropa yang paling banyak dikunjungi, setelah London (Inggris) dan Paris (Prancis). (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.