Kecepatan KA Jakarta-Surabaya bakal Dipercepat

0
1154
Kereta api (Foto: adibaduts.wordpress.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan sedang melakukan studi mengenai kemungkinan untuk meningkatkan kecepatan kereta api lintas Jakarta – Surabaya menjadi 150 kilometer/ jam.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko menuturkan, hingga saat ini kementerian masih belum bisa mengetahui apakah kecepatan kereta api di lintas tersebut dapat ditingkatkan atau tidak menjadi 150 km/jam. “Itu kan perlu studi,” kata Hermanto di Jakarta.

Hingga saat ini kementerian perhubungan perlu melakukan penelitian seperti rel di daerah mana saja dalam lintas yang harus diganti, diluruskan, dan sebagainya. Karena itu, dirinya belum bisa memastikan berapa banyak kemungkinan rel yang dapat diganti.

Bukan hanya soal prasarana, dengan ditambahnya kecepatan kereta api lintas Jakarta – Surabaya, pemerintah juga perlu melakukan kajian untuk menutup perlintasan sebidang yang ada pada lintasan. “Kita sedang susun TOR-nya,” katanya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro menilai meningkatkan kecepatan kereta api pada lintas tersebut sangat memungkinkan untuk dilakukan. Namun agar peningkatan kecepatan kereta api dapat dilakukan, langkah utama harus dengan menghilangkan semua perlintasan sebidang yang ada.

Menurutnya, perlintasan sebidang liar yang ada harus ditutup. Sementara perlintasan sebidang yang resmi harus dibuatkan flyover atau underpass. “Tergantung kondisi lapangannya,” kata Edi seperti diunduh laman Bisnis.com, Ahad (17/04/2016).

Terkait lintasan sebidang, berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), saat ini secara keseluruhan perlintasan sebidang di Pulau Jawa mencapai 3.901. Dari total itu, sebanyak 769 perlintasan sebidang yang dijaga PT KAI.

Perlintasan sebidang secara resmi dijaga pihak luar PT KAI mencapai 212 perlintasan. Adapun perlintasan sebidang yang secara resmi tidak dijaga sebanyak 2.000 perlintasan, dan 920 perlintasan sebidang lainnya keberadaannya secara liar.

Data PT KAI, saat ini panjang jaringan rel kereta api yang ada di Pulau Jawa secara keseluruhan pada September 2015 yang aktif mencapai 2.893 km. sementara yang tidak aktif 3.026,31 km.

Selain menghilangkan perlintasan sebidang, prasarana dan sarana yang ada saat ini juga harus mengalami peningkatan agar dapat dioperasikan pada kecepatan tersebut.

Menurutnya, perubahan terhadap prasarana tidak akan banyak lantaran jalurnya sudah ada.
Dengan menambah kecepatan menjadi rata-rata 150 km/jam, dia mengungkapkan, masyarakat akan diuntungkan karena waktu tempuh Jakarta – Surabaya akan menjadi lebih cepat.

Waktu tempuh Jakarta – Surabaya bisa hanya 6 jam, sedangkan Jakarta–Semarang hanya 3,7 jam. “Sehingga masyarakat dapat dibantu dengan angkutan masal ,” tambahnya.

Meningkatnya kecepatan kereta api penumpang lintas Jakarta – Surabaya, Edi mengungkapkan, juga membuat kecepatan kereta api barang meningkat. Namun, dia memberikan catatan, sarananya disesuaikan.

Terkait kapan kecepatan kereta api lintas Jakarta–Surabaya tersebut dapat diterapkan, dia mengungkapkan saat ini masih pendalaman. Menurutnya, pendalaman yang dilakukan mengenai peningkatan kecepatan dapat memakan waktu sekitar 2 bulan. (*/b)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here