Kebijakan Trump, Tak Berdampak Justru Peluang bagi Indonesia

0
500
Turis muslim

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai kebijakan imigrasi dari Presiden Donald Trump, seperti larangan masuk imigran dari 7 negara tidak akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Termasuk proteksionis di bidang perdagangan. Justru larangan itu merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk menggapainya.

“Saya menilai tidak ada dampaknya ke Indonesia. Kita ambil positifnya saja, Trump seorang businessman, pasti mikir untung rugi. Kalau perdagangan saling oke, tidak masalah, paling nanti bagaimana caranya supaya neraca perdagangannya bisa membaik, karena kita selalu surplus dengan AS,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Gedung BPS Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Dari sisi pariwisata, sambung dia, kebijakan Trump malah akan berdampak positif bagi pariwisata Indonesia. Mengingat, wisatawan terutama dari 7 negara itu yang selama ini berwisata ke Amerika bisa jadi merubah kunjungan ke wilayah Asia, termasuk Indonesia. “Nah ini yang harus diantisipasi oleh kementrian terkait termasuk industri pariwisata Indonesia yang harus bisa menggapai peluang itu,” sarannya.

Apalagi, Indonesia kini mengincari wisatawan muslim dari negara Timur Tengah serta Afrika yang seharusnya merubah strategi promosi wisata di 7 negara yang dilarang masuk ke Amerika. “Ini peluang bagus yang harus menjadi target bagi stakeholder pariwisata Indonesia untuk menangkapnya, sebelum ditangkap negara tetangga di ASEAN maupun Asia,” lontar Sasmito.

Memang, tambah dia, tantangan terbesar untuk mendorong pariwisata, pemerintah harus meningkatkan kapasitas penumpang di bandara internasional dan membangun bandara baru.
“Problem-nya bandara besar di Indonesia mulai crowded, penuh, seperti di Soetta. Kalau penerbangan ke luar negeri kurang, wisman juga berkurang, jadi pemerintah bangun bandara di Majalengka, Kulon Progo, itu bisa mendorong wisata. Bangun bandara di perbatasan, karena turis juga masuk lewat pintu masuk itu,” jelas dia.

Data BPS menunjukkan, kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2016 sebanyak 1 juta kunjungan. Sepanjang Januari-November lalu mencapai 10,41 juta kunjungan wisman. Turis asal China pada November mencapai 125.103 orang. Kemudian disusul oleh wisatawan asal Malaysia yang mencapai, 119.518 orang, asal Singapura sebanyak 118.205 orang, wisatawan Australia sebanyak 99.150 orang, dan wisatawan Jepang sebanyak 39.935 orang. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.