Kebijakan Investasi Perhotelan Berdampak Negatif bagi Hotel Lokal

0
1162

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menilai kebijakan pemerintah terkait investasi asing sebanyak 100 persen untuk sektor perhotelan memberikan dampak negatif terutama bagi pengusaha hotel lokal.

“Saat ini, banyak hotel dengan brand internasional yang mewarnai bisnis sektor perhotelan di Indonesia. Bahkan sebagian hotel dengan brand internasional di lndonesia masuk seperti bisnis franchise. Brandnya Aston, brandnya Swiss Bell, tapi pengusahanya tetap lokal,” papar Syarkawi seperti dikutip laman Okezone, Sabtu (20/02/2016).

Sementara itu, lanjut dia, kualitas yang diberikan oleh hotel dengan brand internasional tentu kalah dengan hotel lokal, meskipun pemiliknya tetap orang Indonesia.

“Karena kalau franchise quality control-nya kan ada. Jauh lebih bagus yang brand-nya internasional owner lokal karena ada quality control-nya. Kalau (hotel) murni lokal itu quality control-nya enggak masuk,” jelasnya.

Syarkawi menuturkan agar investor lokal meningkatkan kualitas hotel sehingga mampu bersaing dengan hotel brand internasional. “Itulah yang harus diperbaiki oleh pengusaha-pengusaha perhotelan kita. Meskipun dengan brand lokal namun quality control-nya internasional. Nah itu yang harus dilakukan meningkatkan kualitas pelayanan,” paparnya.

Meski demikian, Syarkawi menuturkan bila perbaikan kualitas ini tak memerlukan bantuan pemerintah.”Kalau sektor perhotelan supporting tidak usah terlalu banyak lagi, karena itu kan industri yang sudah settle, Industri yang maturity-nya itu sudah sangat bagus,” jelasnya. (*/o)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.