Kebakaran, Manajemen Bandara Soetta Terancam Dipidana

0
646
Bandara Soetta terbakar (Foto: Metrotvnews.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: POLDA METRO JAYA bakal memberikan sanksi pidana kepada pihak terkait yang terbukti lalai hingga terjadi kebakaran di Terminal 2E, Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Polisi masih menyelidiki dan meminta keterangan sejumlah saksi dari pihak tenant, manajemen maupun karyawan.

“Sangat mungkin (diberikan tindak pidana) apakah karyawan, tenant, atau manajemennya. Itu sangat mungkin, tidak boleh main-main. Satu kebakaran saja, ini merugikan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/7/2015).

Tito mengaku, masih menunggu hasil Puslabfor yang sempat tertunda lantaran petugas melakukan pemeriksaan ulang. “Kemarin mereka sudah lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), tapi di sana masih panas, hari ini akan dilakukan pemeriksaan ulang. Satu dua hari akan selesai,” ujarnya.

Setelah hasil Puslabfor ke luar, pihaknya akan melakukan kajian untuk mengetahui penyebab terbakarnya Terminal 2E. Apakah ada unsur electric short cut, korsleting listrik, atau ada faktor kelalaian, kesengajaan dalam musibah itu.

“Kalau faktor kelalaian pasti ada unsur pidana. Barang siapa karena kelalaiannya mengakibatkan kebakaran dapat dipidana. Ini dapat kita terapkan,” pungkas Tito.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di JW Sky Lounge di Terminal 2E, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu sekitar pukul 05.45 WIB.

Kapolrestro Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol CH Pathopoi mengatakan, penanganan krisis yang diterapkan PT Angkasa Pura II patut disorot. Di mana, lanjut dia, tidak ada kelengkapan pemadam kebakaran dini tak memadai serta efektivitas alat penyedot asap dalam ruangan.

“Selain itu, kesigapan petugas pasca kebakaran berupa penanganan penumpang yang masih lamban dan dapat memicu situasi anarkis,” kata CH Pathopoi.

Sementara akibat kebakaran itu, 19 Penerbangan Garuda Tertunda pada sejumlah penerbangan Garuda Indonesia baik domestik maupun internasional. Hal ini menyebabkan terganggunya sistem online pelayanan penumpang maupun operasional di bandara. Akibatnya, penanganan penumpang dan operasional penerbangan Garuda Indonesia harus dilaksanakan dengan sistem manual.

VP Corporate Communications Pelaksana Harian PT Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan, mengatakan terkendalanya sistem online berdampak pada tertundanya sejumlah penerbangan Garuda Indonesia. “Mengingat operating hours beberapa bandara kota tujuan tidak lagi memungkinkan untuk melayani penerbangan, maka Garuda Indonesia membatalkan sejumlah penerbangan domestik dan internasional dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Minggu, 5 Juli 2015,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2015).

Berkaitan dengan situasi tersebut, maka Garuda Indonesia menyediakan akomodasi berupa penginapan, konsumsi, dan transportasi bagi para penumpang yang tidak dapat melakukan penerbangan pada hari Minggu kemarin.

Garuda Indonesia juga memberlakukan kebijakan pembebasan biaya bagi para penumpang yang akan melakukan pembatalan penerbangan, perubahan jadwal penerbangan, serta pengembalian tiket penerbangan yang terdampak akibat insiden tersebut. Penerbangan reguler Garuda Indonesia mulai hari ini, Senin, 6 Juli 2015, tetap akan beroperasi seperti sediakala. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.