Kawasan Wisata Candi Borobudur Siaga Satu

0
603
Candi Borobudur

MAGELANG, Bisniswisata.co.id: Tak ada angin tak ada hujan, Candi Borobudur jadi sasaran aksi unjukrasa krisis Rohingya. Apa kaitannya? Itulah yang kini menjadi kerisauan aparat keamanan di Indonesia. Padahal destinasi wisata sejarah ini tengah naik daun yang mulai dikunjungi wisatawan mancanegara, namun kini Borobudur terusik dengan akan kedatangan ribuan umat Islam melakukan aksi demo besar-besaran.

Aksi itu dilakukan Jumat (8/9), oleh sejumlah elemen masyarakat berniat unjuk rasa di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Mereka akan menggelar demonstrasi aksi bela muslim Rohingya dalam bentuk Gerakan Sejuta Umat Muslim Mengepung Candi Borobudur.

Karena itu, Polda Jateng menetapkan status Siaga I di kawasan seputar Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa-Tengah . Status Siaga I akan diberlakukan selama tiga hari mulai Jumat (8/9/2017) hingga Ahad (10/9/2017).

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono , Candi Borobudur merupakan warisan dunia dan merupakan obyek vital nasional yang harus diamankan. Untuk itu, Polda Jateng mengerahkan 22 satuan setingkat kompi (SSK) dan dibantu aparat TNI sebanyak 3 SSK.

Bahkan, Polda Jateng melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Candi Borobudur terkait wisatawan asing . “Wisatawan asing yang akan berkunjung ke Candi Borobudur diharapkan tidak mengalami gangguan,” lontarnya sambil menambahkan hingga kini Polda Jateng belum memberikan ijin kepada pihak-pihak yang akan melakukan aksi demo di Candi Borobudur.

“Saya yakin tidak ada yang bisa masuk ke ring 1 atau kawasan wisata Candi Borobudur. Tugas polisi sterilkan ring 1, mengamankan ring 2, selanjutnya ring 3 di perbatasan daerah. Jadi tak ada yang bisa masuk,” tandasnya dengan serius.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan Candi Borobudur merupakan tempat bersejarah, sehingga kelestariannya harus dijaga. Tidak ada kaitan antara masalah penindasan etnik Rohingya dan keberadaan candi yang sudah diakui UNESCO ini.

“Aksi di Candi Borobudur dilarang. Saya perintahkan Kapolda Jateng jangan diizinkan. Candi Borobudur merupakan tempat bersejarah dan lokasi tujuan wisata Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Kasus penindasan terhadap etnik muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar, tidak ada kaitannya dengan agama tertentu,” tegas Kapolri di Jakarta.

Kapolri menambahkan, Walubi dan kelompok pengurus Buddha sudah mengeluarkan sikap keras yang mengecam pemerintah Myanmar. Mereka juga sudah memberikan bantuan ke Rohingya. “Jadi tak usah demo. Usul saja secara tertulis kepada umat Buddha untuk bekerja sama baik di dalam maupun di luar negeri mengakurkan umat-umat agama,” tegasnya.

Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sumsel Karto Wibisono mengungkapkan, pihaknya telah merumuskan delapan sikap atas kejadian yang menimpa kaum Rohingya di Myanmar. “Kejadian di Myanmar bukanlah konflik agama, melainkan konflik sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

Pihaknya juga mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan perlindungan, bantuan, dan hak asasi dasar. Kemudian, menolak segala bentuk provokasi untuk memperluas dan membawa isu konflik dan krisis Myanmar ke Indonesia. “Kami mengimbau agar masyarakat menyaring informasi yang beredar melalui media sosial dan tidak terprovokasi menyebar kebencian,” ungkapnya.

Prof. Dr. Tulus Warsito, guru besar Hubungan Internasional UMY menilai kasus Rohingya menjadi perhatian dunia, apa yang terjadi di Rohingya bukan semata-mata hanya isu agama, khususnya Agama Islam, tetapi lebih kompleks dari hal itu. Kasus Rohingya kurang relevan jika hanya dikaitkan isu agama Islam, melainkan meliputi masalah pluralisme, perbatasan, dan kewarganegaraan.

“Tiga sebab ini mengakibatkan masyarakat Rohingya mengkristal menjadi gerakan separatis yang menginginkan Rakhine menjadi negerinya sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, maka ini harus diangkat menjadi isu internasional,” katanya dalam Focus Grup Discussion (FGD) “Rohingya Dalam Isu Kemanusiaan, Agama dan Politik,” di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana UMY, Selasa, 5 September 2017.

Rahmawati Husain, Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengatakan permasalahan Rohingya adalah permasalahan yang mempunyai sejarah panjang. Isu tersebut makin memanas akhir-akhir ini setelah menimbulkan banyak korban jiwa dalam waktu singkat.

Ia memperkirakan masyarakat yang terkena dampak dari kasus itu sekitar 525.000 orang. Etnis Rohingya yang terdampak itu kini tinggal di kamp pengungsian ataupun di rumah-rumah penduduk. Maka itu, ia senang dengan keterlibatan pemerintah Indonesia melalui Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk bersama dengan pemerintah Myanmar mengantarkan bantuan bagi penduduk Rohingya.

Lalu kenapa Candi Borobudur Jadi sasaran demo besar-besaran? (NDIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.