Kawah Sileri Dieng Meletus, 17 Wisatawan Cedera

0
406
wisatawan mengyaksikan Kawah Sileri di Dieng

BANJARNEGARA, Bisniswisata.co.id: Kawah Sileri di kawasan wisata Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah meletus, Minggu (2/7/2017) siang. Akibatnya, 17 wisatawan nusantara yang berada di sekitar kawah untuk menghabiskan Liburan Lebaran, mengalami cedera ringan hingga berat.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara melaporkan, saat terjadi letusan terdapat 17 pengunjung yang tengah berada di lokasi. Letusan disertai dengan material lahar dingin, lumpur dan asap hingga mencapai 50 meter sehingga mengenai wisatawan yang saat itu berada di sekitar Kawah Sileri.

“Tipe letusan adalah freatik yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan,” demikian laporan resmi BPBD Banjanegara yang diterima redaksi daru Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Ahad petang.

Petugas dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, PVMBG, TNI, Polri, SKPD, relawan dan lainnya sudah berada di lokasi. Pengunjung maupun warga diminta untuk meninggalkan lokasi dan untuk area kawah sudah dikosongkan. Kejadian tersebut berpotensi akan menimbulkan letupan susulan.

Hingga saat ini status Gunung Dieng masih normal aktif. Belum ada kenaikan status terkait dengan peningkatan aktivitas gunung dan letusan yang terjadi pada siang ini.

Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Banjarnegara, saat terjadi letusan terdapat 17 orang pengunjung atau wisatawan. 4 orang menderita luka-luka dan dirawat di Puskesmas I Batur.

Setelah kejadian Kawah Sileri Dieng di Desa Kepakisan Batur, Banjarnegara, langsung ditutup bagi wisatawan. Mengingat Letusan lahar dingin yang semula mencapai ketinggian 50 meter, kini semakin tinggi menjadi dan bertambah menjadi 200 meter. Saat ini tim jajaran BPBD Jateng sedang mengamankan lokasi terdampak semburan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surip mengatakan warga sudah diminta untuk meninggalkan lokasi dan untuk area kawah sudah disterilkan karena berpotensi menimbulkan letupan susulan.

Data korban yang didapatkan dari rilis tertulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho:

01. Mirotun (30), alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
02. Ayu Nur Aeni (10) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
03. Muzaefah (32) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
04. Haromi (55) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
05. Heti Handayani (13) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

06. Nur Holisoh (24) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
07. Zulfa Yanti (9) alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).
08. Badru Utamam (37), alamat Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan luka lecet di kaki.
09. Moh Fidsa Aswa Muzafar (2) warga Desa Sabrang Kec. Peninggaran Pekalongan luka lecet di atas telinga kiri dan lengan kanan.
10. Muh Zahromi (50) Desa Sabrang Kec. Peninggaran Kab. Pekalongan tidak ada luka (hanya terkena lumpur).

11. Mutamimah (31), swasta, alamat sda, tdk ada luka.
12. Siti Hudifah (30) alamat sda, tdk ada luka.
13. Muainah (44) warga Kauman Rt Kec. Peninggaran Pekalongan patah tertutup lengan sebelah kiri (akan dirujuk ke Pekalongan).
14. Toyibah, 50 th, alamat sda, tdk ada luka / kaget.
15. Nurbaiti, 12 th, alamat sda, tidak ada luka /kaget.

16. Sdri. Cucu Nofalia, 26 th,alamat sda, luka tdk ada / sesak napas.
17. Sdri. Ika Setiyani, 25 th, alamat sda, luka sobek dikepala belakang sebelah kiri.

Tragisnya, saat Helikopter milik Basarnas yang hendak meninjau lokasi letusan Kawah Sileri Dieng jatuh di kawasan Canggal, Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7/2017) sore jatuh setelah menabrak tebing. Tim BPBD Temanggung dan relawan sudah merapat ke TKP.

“Diduga dua orang menjadi korban kecelakaan heli tersebut, tim sudah meninjau lokasi tersebut. Medannya sangat sulit, kami belum bisa pastikan bagaimana nasib awaknya,” ujar Humas Polres Temanggung, Bripka Rozikan.

Deputi Operasional Basarnas Mayjen Heronimus Guru memastikan informasi kecelakaan helikopter di Temanggung, Jawa Tengah, adalah miliknya. “Betul, kami memastikan heli kita mengalami kecelakaan atau benturan di Candiloto, Temanggung,” ungkapnya

Kepastian itu didapat dari pemantau penerbangan yang ada di Basarnas pada pukul 16.04 WIB. Kemudian, diperkuat dengan sinyal adanya decrease. “Diikuti pada pukul 16.06 WIB kami menerima sinyal atau pesan bahwa heli mengalami kecelakaan atau benturan,” jelas Heronimus.

Saat ini Basarnas mengerahkan seluruh personel di Semarang dan aparat setempat untuk mengevakuasi korban kecelakaan heli. “Malam ini kita upayakan harus mencapai titik kecelakaan untuk meyakinkan kejadian itu. Pasti kami maksimalkan,” kata Heronimus. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.