Kaus Berslogan, Senjata Selebriti Ungkapkan Perasaan

0
166
Slogan T Shirt Katharine Hamnett (Foto: http://www.mintmagazine.co.uk)

HOLLYWOOD, Bisniswisata.co.id: Seperti tato, kaus dengan slogan telah menjadi senjata selebriti pilihan untuk mengungkapkan pernyataan, perasaan hingga campaign. Bahkan, kaus berslogan telah menjadi tren fashion tahun ini karena banyak diikuti pencinta fashion.

Pesan yang ingin diungkapkan lewat kaus pun cukup beragam. Tidak hanya sebatas persoalan sikap politik, juga kegiatan amal dan kehidupan pribadi. Seperti yang dikenakan supermodel Toni Garrn, yang terlihat tetap modis dengan kaus bertuliskan “Girl Empower “ dipadukan celana jeans .

Kaus Girl Empower karya Bella Freud dijual untuk mendukung Supermodel Charity Flea Market tahunan, di mana Toni bekerja sama dengan Vestiaire Collective. Ada pula Rita Ora yang keluar dengan mengenakan t-shirt untuk mendukung penghuni Menara Grenfell. Bintang tersebut berada di London selama akhir pekan untuk rekaman di samping Robbie Williams, Liam Payne, Jessie J dan selebriti lainnya.

Rekaman itu dilakukan untuk sebuah badan amal yang akan mengumpulkan dana bagi mereka yang terkena dampak bencana kebakaran. Emily Ratajkowski juga terlihat mengenakan t-shirt Feminist-nya dari Jonathan Simkhai. Semua keuntungan dari penjualan t-shirt akan masuk ke Planned Parenthood dan Women for Women International .

Pesan politik coba diungkapkan aktris Kathreen Khavari saat menghadiri pemutaran perdana Big Little Lies. Kathreen mengenakan kaus panjang sepaha dengan pesan politik terpampang di bagian depan. Tulisan “I Irranian Imigrant mother teaches your kids how to read “ seakan mewakili sikapnya atas kebijakan Presiden.

Model Gigi Hadid pun terlihat mengenakan kaus bertuliskan “ lol ur not Zayn Malik “ . Dilansir dari Glamour, Ahad (17/12/2017) kaus yang digunakan Gigi secara tidak langsung ditujukan untuk mantan pacarnya, Joe Jonas. Sebab, Joe dan Zayn terlihat berpakaian serupa dalam waktu yang bersamaan.

Kaus berslogan seakan menemukan tempatnya di panggung fashion dunia. Sejak 1953, tiap tahunnya Fashion Museum Bath menobatkan pakaian tahun ini. Untuk tahun ini, pakaian yang dipilih oleh wartawan dan editor Sarah Bailey, agak berbeda yakni kaus.

Pada tahun ini adalah tshirt. Salah satu tren ini dibuat oleh Dior dengan tulisan hitam “ We should all be feminists “ . “Maria Grazia Chiuri adalah direktur kreatif wanita pertama dalam sejarah dan saya mengagumi semangatnya, dia segera mulai menantang pembicaraan seputar wanita, kreativitas, dan jenius,” ucap Sarah, dilansir dari Telegraph

Dengan harga 490 poundsterling atau setara Rp8,8 juta, kaus tersebut telah memenuhi syarat sebagai barang fashion mewah. Atas hal itu, kaus berslogan itu mendapat kecaman sebagai keuntungan dari manifesto politik (meski semua keuntungannya untuk amal).

Namun, para wanita yang telah memakainya, mulai dari Jennifer Lawrence, Rihanna, sampai Natalie Portman, yang jelas terfokus pada pesan tersebut. 2017 adalah tahun ketika wanita merasakan keharusan dan kewajiban untuk berdiri dan diperhitungkan. “Koleksi Maria Grazia Chiuri menyaring saat ini, tepat untuk waktunya, dan sebuah pernyataan yang membantu kita menentukan waktu,” lanjutnya.

Chiuri mengungkapkan kalau koleksi kaus dengan berslogan merupakan titik baru dalam dunia fashion. “Untuk berkomunikasi dengan wanita saat ini dan untuk membayangkan wanita masa depan. Saya senang bahwa begitu banyak wanita melihat t-shirt saya sebagai cara untuk mengklaim posisi mereka sendiri,” ucap Chiuri. Lewat kausnya, para wanita bisa memainkan peran dalam masyarakat, menyuarakan suara yang didengar melalui pakaian.

Tidak hanya kuat dalam pesan, kaus berslogan juga merupakan kebangkitan untuk fashion. “Untuk apa yang dapat Anda lakukan dengan mode. Bagi saya, kaus putih adalah sarana sederhana, langsung dan langsung untuk mengatakan sesuatu yang nyaring dan jelas,” sebutnya. (SIN)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.