Karangasem, Destinasi Wisata Spiritual di Bali

0
4379
Destinasi wisata Pura Besakih

KARANGASEM BALI, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata Bali memang mendunia, namun masih ada daerah di Bali yang namanya belum terangkat oleh pariwisata. Juga branding wisata daerah di Bali perlu diciptakan agar daerah itu makin dikenal. Kini Kabupaten Karangasem di Bali mulai membranding dirinya menjadikan `Pariwisata Spiritual`.

“Alam Bali memang indah, tapi yang lebih indah lagi adalah kedalaman spiritual orang Bali. Di sini kita mengenalkan bahwa dengan spiritual Bali yang mendalam, kita bisa menata lingkungan, menata adat, memegang kuat aturan-aturan hidup,” kata Ni Made Sumiati, anggota DPRD Kabupaten Karangasem Bali, dalam keterangannya yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu (12/07/2015).

Dilanjutkan, Pariwisata Spiritual bukanlah satu-satunya yang diangkat di Karangasem, tapi ada banyak hal. Karangasem menjadi sebuah contoh kabupaten yang ramah anak, dan ramah kesehatan. Titik pokok sebuah kemajuan wilayah harus dilihat dari dua bagian, yakni yang pertama adalah dari sektor kesehatannya.

“Kita harus mengukur kesehatan itu mulai dari titik nol manusia, yaitu ketika kelahirannya. Jadi kesehatan ibu-ibu yang hamil harus terus dijaga, kesehatan anak-anak, pendampingan bagaimana mereka menerima fasilitas kesehatan dari negara, pendampingan ini penting karena menjadi bagian advokasi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Sedangkan yang kedua, lanjut Sumiati, adalah sektor Pendidikan. Karangasem berpotensi menjadi kabupaten yang melahirkan intelektual-intelektual Bali untuk Indonesia, sebab banyak hal yang bisa dikembangkan di Karangasem.

“Kita bisa membangun Universitas Kerajinan Rakyat, Bali terkenal dengan kemampuannya dalam seni lukis, seni rupa dan seni literatur. Itu yang harus dikembangkan di Karangasem. Jadi ke depannya Kabupaten harus mampu mendorong berdirinya Universitas Kerajinan Rakyat,” tegasnya.

Tak hanya itu, calon kuat pemimpin di Karangasem ini juga mengatakan bahwa sektor pertanian juga sangat penting, sehingga diharapkan Karangasem bisa menjadi lumbung sayuran Bali karena selama ini Bali selalu mendatangkan sayuran dari Jawa Timur.

Sumiati berpikir potensi tanaman Hidroponik yang sekarang sedang tren sebagai alternatif optimalisasi lahan, bisa dikembangkan di Bali. “Teknologi pangan harus jadi perhatian pemerintahan Kabupaten Karangasem,” kata Sumiati.

Pasar-pasar Karangasem menurutnya juga harus diperbaiki dan tumbuh sebagai Pasar Rakyat, namun harus juga dimodernisasi.
“Pasar modern harus rakyat yang mengembangkan, biarlah pasar kita tetap tradisional, karena dalam pasar tradisional ada kebajikan yaitu hubungan masyarakat, tapi kita juga tidak melupakan modernisasi sehingga pasar kita menjadi benteng atas laju inflasi daerah,” jelasnya.

Ramia Adnyana, selaku tokoh muda Bali yang juga praktisi dalam dunia Pariwisata menjelaskan bahwa Karangasem merupakan kabupaten di Bali yang mulai menggeliat.

Ini mengiringi dinamika tiga kabupaten di Bali yang juga dikenal dalam dunia pariwisata seperti Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar. “Hanya saja Karangasem memang melakukan diferensiasi atas Pariwisatanya. Sebagai kota yang kaya warisan sejarah Kerajaan Bali di masa silam, Karangasem memiliki banyak kelebihan berupa situs-situs peninggalan sejarah, dan situs itu kebanyakan adalah lelaku spiritual Karangasem di masa lampau,” tutur Ramia.

Bahkan, Karangasem bisa dikatakan sebagai pintu timur Bali. Potensi terbesar adalan Pelabuhan Kapal Pesiar di Pelabuhan Padang Bai dan Pelabuhan Tanah Ampo. Potensi Pariwisata Kapal Pesiar ini akan merunut pada jalur Singapura-Jakarta-Karangasem.

“Di sekitar Pelabuhan juga ada pembangunan resort-resort yang nyaman, ini jelas mendorong perekonomian Karangasem,” imbuhnya.

Menurut Ramia, tiga bagian penting, seperti Wisata Spiritual, Wisata Desa dan Wisata Laut adalah segitiga besi dunia pariwisata Karangasem. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here