Kapal Tenggelam di Pulau Seribu, 5 Wisatawan Tewas 1 Hilang

0
700
Tim SAR Mecari korban hilang

KEPULAUAN SERIBU, test.test.bisniswisata.co.id: Sebanyak lima wisatawan yang melancong dan memancing ikan ‎di sekitar Perairan Pulau Panggang dan Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (7/5), ditemukan tewas dan satu orang hilang tenggelam.

Kelima turis lokal yang tewas tenggelam: Doni Setiawan (22), Gioksun (47), Fahrul Majid (31), Sonson (45) dan Oki (56). Mereka warga Jalan Tangkiwood Taman Sari, Jakarta Barat.

Mereka meninggal dunia dalam keadaan terlilit senar pancing Korban yang belum ditemukan bernama Giok Liong (58). Hingga Ahad (08/05/2016) masih dalam proses pencarian. Dua orang selamat.

“Saya bersama anggota masih terus melakukan pencarian korban yang hilang. Kmai juga meminta para nelayan atau kapal yang melintas di wilayah perairan ini jika menemukan jasad segera lapor ke polisi,” pesan Kapolres‎ Kepulauan Seribu, AKBP John Weynart Hutagalung,
Ahad (08/05/2016).

Dijelaskan, awalnya tujuh orang menyewa kapal milik Abdul Wahab‎ (37), nelayan sekaligus pemilik kapal warga RT03/RW01 Pulau Panggang, untuk memancing pada Jumat (6/5). Sekira pukul 17.00 WIB, rombongan ini tiba di lokasi perairan antara Pulau Panggang dan Pulau Karya untuk melego jangkar dan memancing.

Aktifitas memancing berjalan lancar hingga tengah malam. Sekitar pukul 00.00 WIB, ketujuh wisatawan beserta pemilik kapal sempat tertidur. Kejadiaan naas terjadi sekitar Pukul 02.00 WIB.

“Kapal nelayan yang ditumpangi mengalami kebocoran yang cukup parah. Membuat para korban panik. Apalagi kapal langsung tenggelam. Pemilik kapal (Abdul Wahab) memang ahli berenang langsung menuju Pulau Panggang dan melaporkan peristiwa itu ke anggota kami,” lanjutnya.

Polisi dapat laporan, bergegas ke lokasi tempat kejadian perkara untuk menyelamatkan korban lainnya dan menemukan Christian (32), warga Jalan Tangkiwood 3, RT08/RW02, Kelurahan Tanki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, dalam keadaan selamat setelah berpegangan pada kayu yang lepas dari kapal.

Christian dibawa ke Puskesmas Pulau Panggang untuk mendapatkan penanganan intensif karena masih dalam kondisi trauma.

“Kami meminta pemilik kapal ikut bersama kami memastikan lokasi tempat memancing dan tenggelamnya kapal, ‎dan kegiatan pencarian tersebut membuahkan hasil penemuan lima jenazah korban lainnya yang berada di 1,5 mil dari sisi Barat Pulau Panggang,” jelas John.

Pencarian yang dilakukan pada Pukul 09.00 WIB hingga 10.45 WIB di perairan Pulau Panggang, Pulau Pramuka, dan Pulau Air‎ tersebut kemudian berujung dengan pengevakuasian lima jenazah ke RSUD Pulau Pramuka.

‎Dalam evakuasi yang dilakukan dengan menggunakan Kapal KM Bira menemukan jenazah lima korban tewas pada Pukul 10.10 WIB dengan kondisi posisi terjerat oleh tali senar alat pancing. “Jenazah dapat segera dikenali karena anggota keluarga kor‎ban sudah sampai di

RSUD Pramuka begitu mendapat kabar bahwa kapal yang ditumpangi sanak saudaranya te‎nggelam,” lanjutnya.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu AKP Doddy Monza menjelaskan masih mencari tahu penyebab bocornya kapal yang ditumpangi para korban. “Penyebab dan lokasi kebocoran kapal juga masih diselidiki karena air sudah banyak di dalam kapal saat kejadian,” tuturnya.

Doddy mengaku sangat menyesali kejadian ini. Pasalnya saat ditemukan kelima korban yang belakangan diketahui tidak bisa berenang, tidak menggunakan pelampung.

“Kelima korban ditemukan tidak memakai pelampung dan mereka juga diketahui tidak ada yang bisa berenang. Terkait sanksi yang akan diberikan karena tidak adanya pelampung, hal itu masih akan dilihat terlebih dahulu,” katanya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.