Home BAHARI Kapal Pesiar kian Rajin Jelajahi Bumi Pertiwi

Kapal Pesiar kian Rajin Jelajahi Bumi Pertiwi

0
632
Kapal pesiar bersandar di Sabang

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Mari berpelesir di kapal pesiar, memuaskan hasrat menikmati aneka aktraksi wisata bahari, mampir di tempat-tempat istimewa yang akan meninggalkan kenangan tentang kultur, kuliner, panorama, dan pengalaman beraneka.

Kabar gembiranya, aktivitas melancong premium itu kini tak hanya mampir di Penang, Malaysia atau Phuket Thailand, tetapi juga Benoa, Pulau Komodo, Lombok, Semarang, Makassar, hingga Probolinggo.

Buat pelaku industri wisata, pun para pehobi jalan-jalan, masuknya wilayah-wilayah kebanggaan Indonesia dalam rute kapal pesiar sama-sama membuat hasrat menyala-nyala.

Mengeksplorasi Pulau Komodo yang pasir putih dan bukit-bukit hijaunya menyimpan kekayaan terbesar bumi, sang naga, serta mengunjungi Lombok yang keindahan pantai dan kulturnya sama-sama juara, dilakukan Dawn Princess.

Kapal pesiar yang tergabung dalam Princess Cruises, ini melakukannya pada perjalanan yang dimulai dari Fremantle, Australia, pada 31 Juli 2016.

Rute itu akan kembali dijelajahi Sun Princess mulai 21 Desember nanti. Pelabuhan-pelabuhan Nusantara lainnya yang akan dijadikan lokasi melempar jangkar ialah Makassar, Probolinggo, serta Semarang.

Sementara itu, Benoa, Bali, akan disambangi Diamond Princess dalam rutenya yang diawali di Singapura. Kapal-kapal sang putri lainnya yang akan mampir di pelabuhan-pelabuhan Tanah Air ialah Goolden serta Emerald.

“Indonesia jadi tujuan kami sejak peresmian musim homeporting di Asia Tenggara pada 2014. Ini merupakan pelayaran terbesar yang pernah dilakukan operator kapal pesiar premium di ASEAN. Rencana perjalanan Princess Cruises dirancang untuk market regional, tersebar di tujuh negara termasuk Indonesia,” kata Farriek Tawfik, Direktur Princess Cruises untuk Asia Tenggara.

Rencana perjalanan seluruh kapal Princess, kata Tawfik, dirancang sejak dua hingga tiga tahun sebelumnya. “Dari sisi infrastruktur, kami harus evaluasi apakah pelabuhan mampu mengakomodasi. Kami juga pelajari business viability berdasarkan tren konsumen,” kata Tawfik.

Sejauh ini, respons penumpang terbilang positif. Pariwisata kapal pesiar di Indonesia, menurut Princess, bahkan sedang berkembang pesat dengan jumlah penumpang pada 2020, diproyeksikan mencapai 240.000, meningkat 303% dibandingkan 2012.

“Indonesia juga masih termasuk dalam 10 tujuan yang paling sering dikunjungi di Asia dengan jumlah port call sebanyak 196 pada 2015,” ucap Tawfik seperti dilansir laman Mediaindonesia.com, Ahad (28/08/2016).

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk industri kapal pesiar. Negara ini memiliki 17.000 pulau, yang jika dikombinasikan dengan 8.000 pulau lainnya di wilayah Asia Tenggara membuat kawasan ini dijuluki ‘Carribbean of the East’.

Berdasarkan data Cruise Lines International Associations, Inc (CLIA), jumlah penumpang dari Indonesia telah bertumbuh sebanyak 7,7% sejak 2012, dan operator kapal pesiar telah melayani lebih dari 18.000 penumpang dari Indonesia di tahun 2014.

Kementrian Pariwisata menargetkan 4 juta wisman untuk wisata bahari pada 2019, dengan menargetkan devisa 4 miliar dolar AS dari wisata bahari, termasuk wisata kapal pesiar pada 2019.

Salah satu strategi untuk mewujudkannya, pemerintah membangun 100 marina, 10 pelabuhan kapal pesiar/cruise port, yang memungkinkan untuk menampung 800 call serta 45 destinasi selam. (*/MI)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here