Kapal Layar Milik Turis Australia Terbalik di Perairan Biak

0
2884
Ilustrasi - kapal layar terbalik (Foto: http://img.izismile.com)

JAYAPURA, test.test.bisniswisata.co.id: Akibat dihantam gelombang tinggi, kapal layar SY SHIVOO terbalik saat berlabuh di Perairan Laut Biak, tepat di depan Hotel Asana Biak, Kabupaten Biak Numfor, Selasa (4/8/2015). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin mengatakan laporan dari Kepolisian Resor Biak menyebutkan bahwa kejadian yang menimpa kapal layar jenis Yarch berbendera Australia tersebut terjadi Selasa pagi sekitar pukul 09.30 WIT.

Menurut Patrige, saat kejadian, di atas kapal hanya ada Mervyn Noel Smith (64) yang berkebangsaan Selandia Baru. Dua orang rekannya, kapten kapal berkebangsaan Australia, Barry Gregory Blackwood (64), dan seorang rekannya yang berkebangsaan Papua Nugini, Sherrina Elleye (27), sedang turun ke darat membeli makanan.

Dari keterangan saksi mata, seorang wisatawan asal Perancis, Olliver Massias (44), mengaku sempat menyaksikan kapal layar oleng ke samping dan seorang penumpangnya melompat ke laut.

“Keterangannya kepada aparat Polres Biak Numfor, Olliver bersama warga yang juga melihat kejadian itu, langsung berenang menolong Mervyn Noel Smith. Setelah. menyelamatkan Mervyn, ia langsung melaporkan kejadian ke Pos Polisi terdekat,” ujar Patrige melalui telepon selulernya, Rabu (5/8/2015).

Patrige menjelaskan, setelah melapor ke Pos Polisi, kemudian barang-barang para wisatawan dievakuasi dengan menggunakan speedboat milik Satpolair Polres Biak Numfor.

Dari keterangan ketiga wisatawan tersebut, ketiganya hendak melakukan pelayaran wisata ke Manado, Sulawesi Utara, dan selanjutnya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Karena mengalami kerusakan mesin saat berlayar dari Papua Nugini, ketiganya lalu memutuskan berlabuh di Pelabuhan Biak Numfor.

“Mereka berlayar dari Papua Niugini (PNG), 22 Juli lalu dengan tujuan Manado dan Lombok. Karena kerusakan mesin akibat ombak tinggi di Perairan Pasifik antara Papua dengan PNG, mereka terpaksa berlabuh di Pantai Biak Numfor. Selama mengurus visa kunjungan, ketiganya tinggal diatas kapal,” ujar Patrige seperti diunduh laman Kompas.com.

Patrige menuturkan, dari hasil pemeriksaan berkas, ketiga wisatawan tersebut sudah mendapat izin dari Dirjen Imigrasi dan PT Pelni selaku sponsor. Rencananya, menurut Patrige, kapal layar naas itu akan ditarik ke pantai untuk perbaikan setelah air surut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.