Kalteng Berjuang Giring Wisman agar Datang

0
758
Wisatawan dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Timur Tengah mulai Juli 2015 mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan wisata) (Foto: googwew.blogspot.com)

PANGKALAN BUN, Bisniswisata.co.id: Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berjuang menggiring para pelancong atau wisatawan, terutama wisatawan manca negara (wisman) dikaitkan dengan peningkatan ekonomi daerah.

Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sendiri, terkenal dengan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dengan keunggulan
rehabilitasi orangutan termasuk obyek wisata budaya maupun wisata alam yang tidak kalah terus melakukan langkah-langkah pembenahan diri.

Keterbatasan selama ini yang masih kurang dalam hal mengolah potensi itu untuk siap jual termasuk dipromosikan yang masih kurang menjadi titik perhatian.

Menyadari kelemahan itu, pihak Pemda Kobar kini terus mencari cara menembus dinding dunia pariwisata yang masih dianggap belum terbuka ini.

Menyukseskan program ini, Bupati Kobar, Ujang Iskandar mengatakan, instansi terkait supaya menjalin kerjasama dengan
pihak agen travel dari luar daerah. Buktinya, kata dia, selama dua tahun dilaksanakan program telah membuahkan hasil.

“Setiap tahun kunjungan wisatawan baik nasional, maupun mancanegara terus meningkat di Kobar. Sehingga berimbas pada
meningkatnya ekonomi masyarakat di sekitar kawasan ekowisata yang menjadi alur kunjungan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kobar Drs.Gst Imansyah, MSi mengakui, peningkatan itu tidak terlepas dari kerja keras yang dikomandanai langsung oleh Bupati Kobar.

Menurutnya sejak visit Kobar digencarkan selama dua tahun terakhir. Alur kunjungan wisatawan ke Kobar, terutama turis asing meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dampak positif dari peningkatan alur kunjungan ini, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di Kecamatan Kumai dan Pangkalan Bun.

“Untuk di Kecamatan Kumai itu, sebagai pusat kegiatan rehabilitasi orangutan banyak para pemilik speedboat yang
sebelumnya menganggur dan tidak ada mata pencaharian. Sekarang mereka telah memiliki mata pencaharian karena sering
dipakai para wisatawan asing itu. Begitu juga bagi pemilik getek, dan kapal,” ujarnya seperti diunduh laman Suarapembaruan.com, Jumat (13/3).

Sedangkan untuk di Pangkalan Bun, lanjut dia, dampak positifnya, banyak masyarakat yang biasa berdatang terutama bagi pemilik usaha kecil dan menengah terbantu. Lantaran banyak dagangan laku terjual, terutama dagangan untuk oleh-oleh.

“Jadi program Bupati untuk menggencarkan visit Kobar ini, sudah mulai membuahkan hasil, tidak hanya bagi pemilik UKM di Kobar. Melainkan juga bagi kalangan dunia usaha di Kobar seperti pemilik hotel, restauran dan rumah makan. Sehingga secara otomatis, akibat program ini, juga berdampak bagi pembangunan ekonomo Kobar saat ini,” paparnya. ****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.