Kalangan artis siap gelorakan gerakan moral M5 atau Moh Limo untuk Indonesia Emas tahun 2020

0
1052
Dwiki Dharmawan, Yenni Rachman ( tengah) bersama para artis lainnya mengucapkan deklarasi M5 atau Moh Limo, gerakan moral anti narkoba, anti mabuk, anti korupsi, anti judi dan anti prostitusi di Gedung Menara 165 akhir pekan lalu (16I5) bertepatan dengan Milad ke 15 ESQ. Para artis akan membentuk yayasan dan membuat beragam kegiatan untuk mengatasi masalah bangsa dan mewujudkan Indonesia Emas pada 2020. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Deklarasi gerakan moral Moh Limo ( M5) yang diprakarsai ESQ LC membuahkan hasil bersatunya alumni ESQ dari kalangan artis yang ingin menyebarluaskan gerakan ini melalui satu wadah.

“Kita akan membuat satu yayasan dimana para artis dapat membantu sosialisasi dalam beragam kegiatan yang akan kita lakukan mulai pentas seni, musik, film, sinetron, konser amal dan berbagai kegiatan lainnya,” kata Dwiki Dharmawan, musisi jazz yang di daulat untuk menjadi ketua yayasan itu.

Menurut dia, nama dan susunan pengurus yayasan tengah di susun,  namun semangat para artis dan seniman yang menjadi alumni ESQ untuk mewujudkan beragam aktivitas guna menyebarluaskan gerakan anti narkoba, anti korupsi dan penyakit sosial lainnya telah terdata dan terus bergulir.

Motivator dan pendiri ESQ LC, Ary Ginanjar Agustian mengatakan M5 atau MOH LIMO adalah deklarasi yang mejawab masalah yang terjadi hari ini . Falsafah yang diajarkan oleh Sunan Ampel beberapa abad lalu, yaitu tidak mau melakukan 5 hal tercela. Para artis seperti Dwiki Dharmawan, Yenni Rahman, Annisa Trihapsari, Fil Vhiena dan artis lainnya bersama  tokoh nasional telah mendeklarasikannya  pada 16 Mei lalu bertepatan dengan ulangtahun ESQ ke 15 .

Sementara para tokoh nasional antara lain Menko‎ Polhukam Tedjo Edhy, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wantimpres Hasyim Muzadi, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Walikota Banda Aceh Illiza Sa’addudin Djamal yang semuanya juga alumni ESQ.

“Data BNN korban mati akibat narkotika 50 jiwa setiap hari dan bisa mengancam diri kita termasuk keluarga kita. Akibatnya nyawa dan kerusakan moral yang luar biasa seperti orang tua yang menelantarkan anak, mencuri,  pergaulan bebas,”

Korban akibat korupsi membuat  kemiskinan dan kesengsaraan melanda di mana-mana. Kini  wabah prostitusi  menggejala, ibu membuang anak sudah biasa. Judi pun turut melanda dan semua datang bersamaan meluluh lantakkan bangsa, kata Ary.

Itulah sebabnya ESQ bersama para alumninya yang berjumlah 1,4 juta orang mendeklarasikan gerakan M5  yaitu 1.Moh Madat atau tidak mau menghisap candu, ganja, narkoba, dan lain-lain, 2. Moh Ngombe atau tidak mau minum-minuman keras atau mabuk-mabukan dan3. Moh Maling atau tidak mau korupsi serta mencuri.

“Moh keempat adalah Moh Main atau tidak berjudi dan kelima adalah Moh Madon  atau tidak mau terlibat pergaulan bebas atau berzina‎ seperti prostitusi online yang sedang trend saat ini. M5 kita gulirkan dalam lima  tahun ke depan dan inshaa allah pada 2020 tujuan menciptakan  Indonesia Emas terwujud,” tegasnya.

Menurut dia, gerakan moral Moh Limo sesungguhnya untuk menolong para artis yang citranya terpuruk saat ini. Selain itu sudah saatnya gerakan ini dimotori oleh para artis karena dari hari ke hari jumlah artis yang menjadi korban narkoba juga tinggi.

“Demi anak-anak muda yang  mati sebagai korban narkotika, demi para orang tua yang menangis karena anaknya terlibat, prostitusi, minuman oplosan, demi bangsa yang tercoreng akibat korupsi. Saatnya artis berjihad untuk agama dan bangsa dan mereka bisa membuat konser amal seperti Bob Geldof dulu membuat konser We are the World : USA for Africa,” kata Ary Ginanjar.

Para artis dapat mengajak sekolah, kampus dan masyarakat luas untuk membuat gerakan M5, lomba cipta lagu anti narkoba, film-film pendek Indie seputar dampak dan efek mengerikan dari penggunaan narkoba, kunjungi penjara dan training Moh Limo karena penjara penuh dengan para pemakai, pengedar dan bandar narkoba.

“Kalau perlu kita minta Caesar Aditya Putra yang dikenal dengan goyang Caesarnya untuk menciptakan joget M5 mengalahkan Gangnam Style dari Korea apalagi kalau didukung dengan program TV karena M5 bukan hanya milik orang Jawa karena berasal dari Sunan Ampel, Wali Songo, tapi milik semua karena mejawab semua masalah yang terjadi hari ini yang dihadapi oleh seluruh bangsa,”

Menanggapi gagasan itu, artis film Yenni Rachman mengatakan bahwa pihaknya mendukung gagasan itu dan bersedia menjadi motor penggerak apalagi dia juga memiliki yayasan dan pengajian serta aktif di berbagai organisasi profesi maupun sosial.

“Teman2 Rizal Jibran, Said Bajuri, Cici Tegal, Dina Mariana, Eksanti, Babby Silvya, Ninies , Eddies Adelia semua mau gabung dan mendukung gerakan Moh Limo 165. Kita akan satukan visi dan misi dulu lewat training review bersama pak Ary Ginanjar, lalu ziarah bersama ke makam Sunan Ampel dan membuat yayasan dari dan untuk para artis dan seniman negri ini,” kata Yenni Rachman.

Sedangkan penyanyi rocker Ikang Fauzi optimistis yayasan jika dikelola dengan baik dan amanah  dapat membiayai gerakan. Dibutuhkan penggalangan untuk dana abadi sumbangan dari para alumni dan kegiatan konser amal, misalnya. Yayasan juga dapat menjadi wadah untuk mengapresiasi para mantan seniman dan artis agar hidup layak di hari tuanya. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.