Jutaan Warga DKI Jakarta Sambut Presiden Baru Jokowi-JK

0
773

JAKARTA, Bisniswisata.co.id:  Berangkat dari rumah (Pondok Labu, Jakarta Selatan) ke Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yang biasanya ditempuh kurang lebih dua jam namun pagi tadi hanya ditempuh setengah jam.

“Ini mungkin efek dari masyarakat yang sudah pada kumpul di Monas,” ujar sopir taxi yang mengantar Bisniswisata.co.id untuk melihat pawai Jokowi-JK dari Senayan menuju Istana Merdeka.

Tepat pukul 11.30 WIB, Senin (20/10/14) di depan Gedung Sarinah Thamrin, masyarakat mulai memadati jalan raya tersebut untuk menunggu kedatangan kereta kencana yang membawa Presiden dan Wapres RI 2014-2019 Jokowi-JK.

Sambil menunggu masyarakat mulai dari anak-anak, orangtua, pelajar, bahkan orang kantoran yang berada disekitar jalan tersebut mengambil momen untuk foto di spanduk yang bertuliskan “Selamat Atas Pelantikan Sebagai Presiden-Wapres RI 2014-2019”.

Pemain biola yang membawakan lagu syukur secara berulang-ulang, yakni Edi Sutrisno dan tentara Marinir yang berjaga pun tak luput diminta foto bersama mereka.

“Saya sengaja membawakan lagu syukur dengan biola ini karena saya sangat bersyukur Jokowi telah terpilih menjadi presiden. Melihat rakyat tumpah ruah disini mengingatkan saya pada zaman Soekarno,” ungka pemain biola Edy Sutrisno (65 tahun).

Ia mengatakan, “Semoga di tangan Jokowi negara ini bisa maju, makmur, dan bisa dibangkitkan. Masih banyak rakyat yang susah makan bahkan tidak punya rumah, semoga bisa mensejahterakan rakyatnya dan tidak ada korupsi”.

Berbeda dengan Iris, wanita yang datang dari Solo bersama suaminya ini sengaja tidak mengikuti acara syukuran di Solo. “Saya ingin melihat suasana pawai di Jakarta saja, ingin melihat Pak Jokowi yang dulu pernah datang ke kantor tempat saya bekerja waktu beliau menjadi Walikota Solo”.

Sempat terdengar beberapa kali karyawan yang bekerja tidak jauh dari lokasi menanyakan makanan gratis yang dijajakan pedagang kaki lima. Sayangnya makanan yang dijajakan bertuliskan “Makan Gratis Sampai Habis!!! Syukuran Rakyat” seperti bubur ayam, bakso, dan bakwan Malang sudah habis, dan akan dibuka lagi di Monas.

Pukul 13.30 WIB iring-iringan pawai budaya mulai dari penampilan marching band, petani, becak, seniman yang melukis gambar Jokowi sambil jalan, Reog Ponorogo, Ondel-ondel Betawi, tarian dari Makassar, dan masih banyak lainnya menghibur masyarakat yang tampak mulai memadati jalan.

Penampilan layaknya Jember Fashion Carnival (Batik Carnaval) menjadi ajang foto-foto yang sangat mendapatkan antusias masyarakat. “Baju-bajunya bagus-bagus, mulai dari bahan batik, serutan kayu, semuanya unik-unik, keren…kreatif banget,” ungkap Lia, karyawan yang bekerja di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta ini.

“Saya ingin banget melihat langsung wajah Pak Jokowi, karena selama ini hanya lihat di televisi saja, sekarang ini waktunya bisa bertemu langsung,” ungkapnya penuh harap.

Saat Jokowi-JK sudah memasuki Bundaran Hotel Indonesia menuju Monas, masyarakat tampak bagaikan lautan manusia. Masing-masing mengambil tempat untuk dapat melihat dan mengambil gambar dengan baik, ada yang mengambil tempat di jembatan busway, gedung-gedung perkantoran, jalan, bahkan ada yang duduk di atas halte.

Masyarakat pun sempat terkecoh ketika terdengar seorang berteriak, mengatakan, “Pak Jokowi tidak lewat sini…mereka lewat jalan kiri….!”. Kontan saja masyarakat yang terpancing dengan omongan tersebut berpindah tempat dan mencari posisi yang baik untuk mengambil gambar.

Namun sayangnya ternyata Jokowi-JK tidak melintasi jalan tersebut melainkan masuk ke jalur busway menuju Monas.

Dengan mengenakan kemeja puth dan celana berwarna hitam, kereta kencana yang membawa Jokowi-JK akhirnya melintasi Jalan MH Thamrin dengan didampingi dua tentara duduk di bagian belakang dan seorang kusir mengenakan pakaian kerajaan duduk di depan.

Berkali-kali terdengar masyarakat yang tidak menghiraukan panasnya matahari meneriakkan Jokowi dan memanggil untuk melihat mereka agar dapat mengambil foto Jokowi, “Jokowiiiii….Jokowi…presiden kita!..Bapak lihat kami di atas…Pak Jokowi…lihat kami disini!.

“Terimakasih…semuanya, tapi tetap jaga ketertiban dan keamanan ya..,” ujar Jokowi sambil melambaikan tangan dan meninggalkan Jalan MH Thamrin menuju Monas.

Jokowi Ajak Rakyat Kerja Keras

Tepat pukul 18.30 WIB, Jokowi tampil di panggung Monas, dan membuka percakapan dengan rakyat dan mengatakan, “Tadi saya baru solat maghrib, apa kalian sudah salat?”…

“Pedagang kakai lima, sopir metro mini, tukang kayu, sopir angkot, dokter, sopir becak, perawat, bidan, guru, TNI, Polri, dan tentu saja relawan yang selalu hadir. Ada yang lupa ya…o iya..petani, nelayan, wartawan, dan yang belum disebut pemain sepak bola, pemusik, penyanyi, politisi, mahasiswa, pelajar, dan semua profesi yang ada di negeri ini,” ujar Jokowi yang menyebutkan satu-persatu dari mereka.

Jokowi mengatakan, “Kita bangsa yang besar tetapi harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, untuk itu kami bergerak dan harus bekerja keras bersama-sama”.

Menurutnya tidak mungkin menjadi negara yang besar, kuat, dan makmur kalau tidak kerja keras. “Saya mengajak seluruh masyarakat baik yang di kampung dan di Ibukota, seluruh profesi bekerjasama, bergotong royong, bersatu untuk mewujudkan Indonesia makmur, sejahtera, dan negara yang punya martabat dan wibawa,” ungkapnya.

“Menjadi negara yang makmur dan sejahtera mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, Merdeka..Merdeka!,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang di pimpin Hasyim Muzadi dan pemotongan Tumpeng Nusantara.

Jokowi yang didampingi Putri Indonesia membagikan tiga potongan tumpeng. Pada potongan pertama Jokowi memberikannya untuk sopir taxi wanita bernama Siti Bugiah asal Petukangan Ciledug yang  telah menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya meninggal 9 tahun yang lalu. Ia bekerja keras menghidupi kedua anaknya.

Setelah Siti, Jokowi melanjutkan pemotongan tumpeng kedua yang diberikan kepada tiga mama dari Jayapura yang bekerja sebagai penggerak kerakyatan di Jayapura.

Lalu pemotongan tumpeng ketiga diberikan Jokowi kepada siswi pemenang Olimpiade Fisika, yakni Josephin Monika yang menjadikan Indonesia Hebat.

Selesai pemotongan tumpeng, Jaya Suprana memberikan Rekor Muri kepada Jokowi sebagai presiden satu-satunya di dunia yang disambut syukuran rakyat untuk rakyat.

“Rekor ini dari rakyat untuk rakyat Indonesia dengan harapan agar tidak lupa dengan rakyat Indonesia,” ujar Jaya Suprana.

Selesai menerima Rekor Muri Jokowi akhirnya meninggalkan Monas untuk kembali menuju Istana, dan bertemu dengan tamu negara.  Sementara acara di Monas dilanjutkan dengan pelepasan 17. 480 buah lampion. (evi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.