Juni 2015, Bandara Maratua Berau Diujicoba

0
1497
Pesawat ATR Susi Air terbangi Pulau Maratua Berau

BALIKPAPAN, test.test.bisniswisata.co.id: Bandara Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) akan dilakukan uji coba Juni 2015 hal tersebut untuk mendukung perkembangan obyek wisata kebanggaan masyarakat Kaltim di Kepulauan Derawan. Bahkan,
keberadaan bandara ini, dapat berfungsi sebagai pertahanan terluar, sekaligus menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemprov Kaltim pastikan siap meresmikan Bandara Maratua Berau dengan panjang landasan pacu 1.400 meter Juni tahun ini dengan biaya mencapai Rp92 miliar,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain di Samarinda.

Bandara Maratua dibangun sejak 2011, selain untuk menjaga NKRI juga bertujuan memperlancar arus masuk wisatawan lokal maupun mancanegara karena di kepulauan itu terdapat objek-objek wisata yang sangat menarik, terutama alam bawah laut. Jadi, kami pastikan Juni siap diresmikan. Meskipun terminalnya masih belum dibangun, karena status bandara tersebut adalah bandara perintis,” kata Zairin.

Akhir Mei ini, sambung dia, bandara siap untuk uji coba, terutama pesawat sejenis Susi Air bisa mendarat di bandara tersebut. Hal ini, karena terlebih dulu adanya verifikasi dari Kementerian Perhubungan. “Jika sudah ada verifikasi tersebut, baru kita bisa mendaratkan pesawat ATR 42 sejenis Kalstar yang isi 40 penumpang yang ditargetkan 2016. Tetapi, kalau untuk uji coba Susi Air sudah bisa akhir Mei ini,” tambahnya seperti dilansir laman Antara, Sabtu (09/05/2015).

Pembangunan terminal, rencana akan diusulkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, saat ini Pemprov Kaltim meminta Pemkab Berau untuk membebaskan lahan yang akan dibangun terminal penumpang bandara tersebut, ujarnya. “Diperkirakan biaya untuk membangun terminal tersebut mencapai Rp2 miliar. Kami yakin kita bisa menyelesaikan pembangunan tersebut,” katanya.

Menurut dia, pembangunan apron dan landasan pacu mendapat pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN dan APBD Pemerintah Provinsi Kaltim, sedangkan pembangunan terminal kedatangan dan keberangkatan diusulkan akan dibangun dari biaya APBN.

Bandara ini sangat menarik karena dibangun di Pulau Maratua yang mulai dikenal luas sebagai pulau wisata bagian dari Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Panjang landasan pacu bandara ini 1.200 meter, cukup untuk didarati pesawat ATR berkapasitas 40 penumpang.

Dengan adanya bandara ini, wisatawan akan memiliki pilihan untuk sampai ke pulau terbesar dari Kepulauan Derawan tersebut. Selama ini Pulau Maratua dicapai dengan waktu tempuh 1,5 jam menumpang speedboat dari Pulau Derawan. Dengan pesawat udara, jarak itu akan dipersingkat menjadi kurang dari 30 menit.

Di Pulau Maratua inim turis dapat melihat ikan pari manta (Manta birostris), salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia, dengan menyelam di titik-titik tertentu di sekeliling pulau.

Di pantai pasir putih sekeliling pulau juga tempat penyu hijau (Chelonia mydas) bertelur. Melihat penyu bertelur adalah salah satu kegiatan yang juga sangat menarik bagi wisatawan.

Kepulauan Derawan terdiri pulau-pulau utama Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban, dan Pulau Sangalaki. Semuanya menjadi tujuan wisata alam dan petualangan. Keindahan Derawan terkenal di mancanegara sehingga terpilih sebagai “Best Trips 2014” oleh pembaca National Geographic Traveller.

Pembaca majalah yang terbit di Amerika Serikat dan beredar ke seluruh dunia itu menyebutkan, berwisata ke Pulau Derawan tetap terasa sebagai sebuah petualangan ke negeri antah-berantah meskipun hingga ke Tanjung Redeb sudah bisa dicapai dengan pesawat udara. “Tenang sekali dengan pemandangan yang luar biasa. Ini benar-benar surga wisata,” kata Kyle Smith, turis dari Austin, Texas, Amerika Serikat. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.