Jokowi: Waduk Jatigede Potensi untuk Pariwisata

0
3824
Presiden Joko Widodo Tunjau Pembangunan Waduk Jatigede

SUMEDANG, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, bukan hanya berfungsi untuk pengairan persawahan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sarana penyediaan air baku, pengendali banjir, namun juga berpotensi dikembangkan untuk pariwisata.

“Waduk Jatigede juga akan dikembangkan sebagai destinasi pariwisata baru bagi Jawa Barat,” pesan kepala negara saat meninjau pembangunan Waduk Jatigede, Kamis (17/3/2016), berdasarkan siaran pers Tim Komunikasi Presiden.

Pembangunan waduk Jatigede pertama kali diajukan tahun 1963, sayangnya tak pernah tuntus penyelesaiannya. Sehingga terkatung-katungnya selama puluhan tahun, akhirnya dapat dirampungkan pengerjaannya pada akhir tahun 2016 dan diharapkan dapat beroperasi secara maksimal pada Januari 2017. “Sekarang sudah 40 persen ketinggian air, kita harapkan nanti di Januari 2017 itu sudah maksimal sesuai yang kita inginkan,” ungkapnya.

Menurut kepala negara, masalah terbesar dalam pembangunan bendungan ini adalah keputusan pembebasan lahan yang berlarut-larut. “Pembebasan lahan dan ganti rugi dari 10.924 KK (Kepala Keluarga), sekarang tinggal 614 KK, ini akan kita selesaikan pada tahun ini, Januari 2017 , air sudah betul-betul pada posisi maksimal,” ucap Presiden.

Bendungan yang dibangun dengan anggaran sekitar USD 467 juta ini memiliki total luas area 3035,34 hektar dan menggenangi 4 kecamatan yaitu Kecamatan Jatigede, Kecamatan Jatinunggal, Kecamatan wado, dan Kecamatan Darmaraja.‎ Bendungan ini dapat mengairi lahan seluas 90.000 hektar, meliputi 24 kecamatan di Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk dan Cisanggarung, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Tri Sasongko Widianto mengakui potensi wisata di kawasan waduk ini sudah mulai terasa. Hal itu terlihat oleh banyaknya warga yang berkunjung dan melihat secara dekat Proyek Waduk Jategede. “Warga hampir setiap hari berdatangan melihat waduk dan tentu ini jadi potensi pasar sendiri,” ungkapnya.

Bahkan, saat ini sudah banyak pusat jajanan dan kuliner hadir dikawasan Jatigede ini, untuk memenuhi minat warga yang datang ke lokasi waduk. Karena itu, perlu ada penataan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat mengenai objek wisata yang akan dikembangkan. Agar kawasan waduk Jatigede ini tidak rusak kedepannya.

Menurut Tri wisata sekitar Waduk Jatigede ini bisa capai 5.000 hektare dan potensi yang bisa dikembangkan adalah hotel, woterboom, camping ground, dan sarana wisata lainnya.
“Perlu ada aturan dan payung hukumnya dari pemerintah daerah untuk potensi kawasan di sekitar Waduk Jatigede yang cukup besar,” kata dia.

Plt Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa menambahkan banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di Waduk Jatigede, karena memiliki semacam pulau kecil di tengahnya yang bisa menjadi potensi wisata. Sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. “Makanya, Waduk Jatigede akan diproyeksikan menjadi kawasan wisata air baru di Jabar,” jelasnya.

Menurut Iwa, dengan sejumlah perbaikan baik penghijauan maupun perbaikan akses menuju tempat tersebut, pihknya yakin tempat tersebut nantinya akan menjadi pariwisata yang luar biasa. “Bisa dijadikan tempat pemancingan, wisata air, juga ditambah di tengahnya disediakan pulau,” lanjutnya.

Apalagi, tambah dua, ada lokasi bersejarah di lokasi Waduk Jatigede, ada tanda yang menerangkan bahwa di tempat itu dulunya ada situs. Dan untuk mencapai tempat ini, akan disediakan alat sesuai dengan keinginan warga. “Jadi situsnya tidak dipindahkan, hanya akan ada penanda di atas permukaan air,” kata Iwa.

Waduk Jatigede ini merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jatiluhur. Waduk ini mampu menampung debit air capai 980 juta meter kubik dan mampu mengairi 90 ribu hektar lahan irigasi dikabupaten Cirebon, Majalengka dan Sumedang. Mampu menyediakan air baku untuk 100 ribu kepala Keluarga (KK) untuk air bersih dengan target layanan kabupaten Cirebon, Indramayu, dan kawasan Balongan capai Rp 3.500 liter/detik dan PLTA 110 MW. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.