Jokowi: Laut, Kekuatan Maritim yang Harus Dikembangkan

0
1677
Presiden Joko Widodo

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo mengajak semua warga bangsa untuk bersatu membangun bangsa dan negara Indonesia dengan kerja keras. Juga seluruh bangsa untuk bersama-sama naik ke atas kapal Republik Indonesia berlayar menuju Indonesia Raya.

“Saya mengajak kita semua naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Mari berlayar dan menghadapi badai dan samudera dengan kekuatan kita sendiri. Dan saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan konstitusi,” papar Jokowi – panggilan akrab Joko Widodo saat membacakan pidato usai dilantik menjadi Presiden di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (20/10/2014).

Presiden Jokowi juga menegaskan pentingnya laut sebagai kekuatan maritim yang harus dikembangkan. Kalau selama ini potensi ekonomi laut diabaikan, kini harus dikembalikan. “Kita telah terlalu lama memunggungi samudera, memunggungi laut, memunggungi teluk, memunggungi selat. Kita kembalikan kejayaan kita sebagai negara maritim. Jalesveva Jayamahe, di lautlah kita jaya,” tegas presiden RI ketujuh.

Bahkan, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta, kita kembangkan jiwa pelaut kita, pelaut pemberani yang berani mengarungi laut dan samudera. Kita kembangkan layar. Saya berdiri di bawah kehendak rakyat dan konstitusi.

Dalam pidato dengan teks yang disiapkan sekira tujuh menit itu, Joko Widodo yakin Indonesia dapat menjadi bangsa besar kreatif yang bisa menyumbang keluhuran kepada dunia. “Yakin kita semakin kuat dan berwibawa. Saya akan memastikan setiap rakyat di pelosok merasakan pembangunan. Semua instansi agar melakanakan tugasnya,” kata Presiden.

Jokowi juga mengutip sesanti Proklamator bangsa, Soekarno, yang menjunjung tiga sila penting Trisakti, yakni  “berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.”

Jokowi menganggap sumpah jabatan yang diucapkan itu, mengandung makna tanggung jawab dan amanah dari rakyat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. “Itu sebuah beban berat yang harus kita terima dan itu merupakan tanggung jawab besar untuk selesaikan persoalan di negara kita,” ujar Jokowi.

Di bawah Alquran, secara bergiliran dan tenang kalimat-kalimat dalam sumpah tersebut diucapkan keduanya. “Akan menerima kewajiban sebagai presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnyanya serta berbakti pada nusa dan bangsa,” ucap Jokowi

Dengan mantap dan tegas, Jokowi mengucapkan sumpahnya. Disusul kemudian dengan JK. Suami Mufida Kalla itu tak kalah tegas. Dia juga mengucapkan sumpahnya dengan lantang. “Akan menerima kewajiban sebagai wakil presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnyanya serta berbakti pada nusa dan bangsa,” tutur JK. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.