Jokowi-JK Berhasil Gairahkan Iklim Investasi Pariwisata

0
352
Presiden Jokowi dan pejabat negara berpakaian adat (Foto: Antara)

PURWOKERTO, Bisniswisata.co.id: Selama tiga tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berhasil membangun pariwisata. Berbagai pembangunan infrastuktur menuju destinasi prioritas, telah dilakukan sehingga menggairahkan iklim investasi di sektor pariwisata.

“Organisasi Pariwisata Dunia dari PBB (UNWTO) juga telah mengakui peningkatan industri pariwisata Indonesia selama 2016,” lontar Pengamat Pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Chusmeru seperti dilansir laman Antara, Ahad (22/10/2017).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sambung dia, diketahui kunjungan wisatawan mancanegara secara kumulatif, pada periode Januari – April 2017 mencapai 4,20 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 19,34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 3,52 juta kunjungan. “Berarti ada peningkatan pesat untuk kunjungan wisatawan mancanegara,” katanya.

Untuk itu, dia mendorong Pemerintah Pusat untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur. “Terus tingkatkan pembangunan infrastruktur agar mengacu pada interkoneksi di seluruh wilayah di Indonesia, tidak hanya pada destinasi prioritas semata,” katanya.

Tujuannya, kata dia, agar tidak terjadi ketimpangan. Selain itu, tujuan lainnya adalah agar iklim investasi juga dapat berkembang di luar destinasi prioritas.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi bidang pariwisata di Indonesia mencapai US$ 850 milyar. Angka yang fantastis ini berhasil dicapai salah satunya karena pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan subsidi yang sifatnya produktif seperti subsidi untuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Secara otomatis, citra dan kredibilitas pemerintah untuk iklim investasi bertambah baik.

Peningkatan investasi di sektor pariwisata tergolong cukup signifikan, yaitu mencapai 70% di banding tahun sebelumnya. Diproyeksikan investasi di industri pariwisata bakal naik hingga US$ 1,5 miliar di akhir tahun ini. Bayangkan saja berapa besar dampak positifnya terhadap perekonomian nasional. Jika dilihat dari perhitungan World Travel and Tourism Council, pada setiap perjalanan wisata di Indonesia senilai US$ 1 juta, akan tersedia setidaknya 200 lapangan kerja di dalam negeri.

Perhatian pemerintah untuk meningkatkan investasi pada sektor pariwisata bukannya tanpa sebab. Kelesuan ekonomi global yang membawa dampak pada turunnya daya beli memberi berdampak negatif pada dunia investasi. Hal ini mendorong perlunya langkah pemerintah untuk membuka peluang baru investasi dalam negeri maupun luar negeri di industri yang masih berpotensi kuat meski berada di tengah kelesuan ekonomi global.

Ditargetkan tahun ini dapat menarik investasi di industri pariwisata sebesar US$ 10 milyar untuk mengembangkan 10 tujuan wisata pada tahun 2019, (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.