Jembatan Emas, Ikon Wisata Baru Bangka Belitung

0
8622
Jembatan emas Pangkalpinang

PANGKALPINANG, bisniswisata.co.id: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kini memiliki tambahan ikon pariwisata baru. ikon ini setelah adanya kepastian peresmian jembatan Emas di kawasan Ketapang, yang menjadi penghubung antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.

Selasa (14/02/2017) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Jembatan Emas, ikon pariwisata baru itu. Selain Jembatan, Kepala negara juga meresmikan Terminal Bandara Depati Amir Pangkalpinang, PLTG Air Anyir Kabupaten Bangka dan Logistik Berikat. Juga, Pintu Air PICE di Kabupaten Belitung dan Bandara HAS. Hanandjoedin menjadi bandara internasional.

“Peresmian infrastruktur akan mempercepat pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung. Kita ingin pariwisata di Babel lebih maju dan berkembang yang lebih baik,” papar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi di Pangkalpinang seperti dilansir laman Antara, Selasa (14/2).

Mudah-mudahan peresmian enam mega proyek di propinsi Babel berjalan dengan aman, lancar dan sukses, sehingga citra Bangka Belitung sebagai provinsi kondusif, ramah dan bersahaja semakin dikenal masyarakat nasional dan internasional, sambungnya.

Jembatan Emas senilaiRp 400 miliar lebih ini, memiliki sistem buka tutup atau bascule ini dalam pengerjaannya memakai konsultan ahli dari Inggris dan merupakan satu-satunya jembatan yang berteknologi bascule di regional Sumatera.

Jembatan ini nantinya dapat membuka akses pariwisata daerah karena wisatawan yang melintasi jembatan dapat melihat langsung suasana dan keindahan Pantai Air Anyir, Pasir Padi yang terletak di Komatadya Pangkalpinang dan PLTU Air Anyir di Kabupaten Bangka.

“Harapan kami adalah jembatan ini, nantinya dapat menghidupkan daerah-daerah yang dilintasi wisatawan di Bangka Belitung, karena saat dilewati bisa sambil melihat rumah sakit Pusat Malaria dan pantai Air Anyir sebagai objek wisata daerah,” harapnya.

Jembatan Emas bukan hanya menampilkan kemegahan konstruksinya namun juga memiliki pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Lampu-lampu yang menghiasi jembatan ini kala malam hari, menjadi pilihan sejumlah fotografer untuk mengabadikannya.

“Jembatan ini selain sebagai penghubung,juga terlihat indah di malam hari, bisa jadi objek foto bagi wisatawan. Rencananya akan dinamakan Jalan Eko Maulana Ali Soeharso (mantan Gubernur Provinsi Babel),” Pungkasnya.

Jembatan Emas memiliki daya tarik karena berbahan beton dengan rangka baja terlihat menjulang ke atas yang bisa terbuka dan menutup. Jembatan ini membentang sepanjang 700 meter dari daratan Kota Pangkalpinang hingga pesisir Kabupaten Bangka, tepatnya di Desa Airanyir, Kecamatan Merawang.

Sebelumnya, untuk menjangkau dua wilayah ini harus menyeberang menggunakan perahu atau melewati jalan darat yang jaraknya sekitar 30 Km. Jembatan yang dibangun sejak tahun 2009, era Gubernur Babel almarhum Eko Maulana Ali, dengan sistem multiyears atau tahun jamak.

Sesuai perda yang disepakati, jembatan harus selesai seiring berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel periode 2007-2012 yakni Eko Maulana Ali-Syamsudin Basari. Sayangnya, jembatan belum selesai namun Sang Gubernur menutup mata selamanya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.