Jembatan Cinta di Pulau Tidung Membahayakan Wisatawan

0
1108

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jembatan Cinta memang menjadi daya tarik wisatawan, yang berwisata di Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Sayangnya, jembatan yang menghubungan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, kondisinya kini sangat membahayakan bagi wisatawan.

Berbahaya karena jembatan terbuat dari kayu yang panjangnya 800 meter, mengalami penurunan, bahkan miring akibat kontur tanahnya bergeser. Juga, lapisan jalan di atas jembatan juga retak-retak. Kondisi jembatan yang tidak beres ini diketahui pada pertengahan Oktober 2014.

Pengelola pun memasang spanduk peringatan, agar wisatawan berhati-hati saat berada di Jembatan. Memang, setiap akhir pekan atau hari liburan, jembatan ini selalu dipenuhi ratusan wisatawan lokal dan luar negeri. Di atas jembatan biasanya wisatawan dapat melihat pemandangan di dalam air laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan yang lincah berenang pada sisi-sisi jembatan.

Saat pagi atau sore hari, jembatan ini menjadi tempat yang romantis untuk melihat matahari terbit maupun terbenam. Karena airnya yang jernih dan arus laut yang relatif tenang, banyak wisatawan yang menguji keberanian dengan melompat ke dalam laut dari Jembatan Cinta, yang tingginya sekitar delapan meter.

Wisatawan melompat dari jembatan karena kerap mendengar mitos, bahwa setiap wisatawan yang loncat dari jembatan cinta ini dipercaya akan menemukan cinta sejatinya dengan cepat.

Sayangnya kini aktivitas itu tak bisa dilakukan wisatawan untuk sementara waktu, karena membahayakan juga agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Apalagi kemiringan jembatan semakin parah. “Sudah sepekan kami melakukan perbaikan,” papar Hamdan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

Diharapkan, perbaikan penyangga pondasi rampung pekan depan. Saat ini tengah dilakukan penguatan terhadap ketujuh tiang tersebut. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa, dilakukan penelitian struktur tanah di kawasan itu. Sedangkan untuk perbaikan, sementara yang dilakukan dengan memperkuat unsur beton tiang penyangga.

“Kami anggarkan Rp 300 juta untuk perbaikan jembatan itu. Untuk kelanjutannya kita akan lakukan penelitian. Ekstrimnya bisa saja dilakukan pembangunan ulang jembatan,” tandasnya seperti dikutip laman beritajakarta.com, Senin (24/11/2014). ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.