Jatim Bertekad Jadi Destinasi Pariwisata Dunia

0
497
Wisatawan nikmati pemandanganTaman Nasional Gunung Bromo

SURABAYA, Bisniswisata.co.id: Provinsi Jawa Timur bertekad menjadi destinasi pariwisata tingkat dunia. Jatim memiliki potensi yang tersebar di seluruh wilayahnya sehingga berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Agar bisa menjadi destinasi pariwisata terkemuka di dunia, Jatim mengembangkan berbagai hal. Di antaranya, menciptakan destinasi wisata aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan dan bisa meningkatkan pendapatan daerah maupun masyarakat.

“Bukan hanya itu, pemasaran pariwisata bisa tingkatkann kunjungan wisatawan mancangara dan nusantara juga tak boleh terhenti. Juga industri pariwisata harus berdaya saing, kredibel, berkelanjutan dan wajib memperhatikan kelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu butuh dukungan berbagai pihak,” ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada Nota Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Timur tahun 2017 -2032 di Gedung DPRD Jatim di Surabaya, Jumat (2/6/2017).

Dijelaskan, di Jatim ada 38 kabupaten/kota yang semuanya memiliki potensi pariwisata yang sangat layak dikunjungi. Mengingat, pariwisata merupakan lokomotif pembangunan ekonomi di berbagai negara. Pariwisata memberikan devisa besar dari banyaknya wisatawan yang berkunjung dan berbelanja.

“Selain itu, banyak bidang yang bisa digerakkan dari sektor pariwisata sehingga mampu menjadi industri besar dan sebagai sarana mencapai pembangunan berkelanjutan. “Adanya pariwisata, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dipastikan ikut meningkat,” kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo.

Dilanjutkan, banyaknya tempat wisata yang ditunjang sumber daya alam (SDA) memadai seharusnya Jatim bisa menjadi kekuatan pariwisata. Karena itu, perlu dilakukan pembangunan berkelanjutan yang menjadikan sektor pariwisata sebagai priorotas.

Pembagunan berkelanjutan ini harus disertai perencanaan yang baik. “Tentu saja Pemprov Jatim segera berbenah agar bisa bersaing dengan wilayah lain. Yang jelas, potensi wisata di Jatim sangat luar biasa,” ucap mantan Sekdaprov Jatim tersebut.

Selama kuartal I/2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur melalui bandara Juanda mencapai 46.189 kunjungan. Angka ini naik 3,74% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, jumlah wisatawan asing yang berkunjung sebanyak 17.019 orang atau naik 41,67% dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar 12.013 kunjungan.

Wisman yang berkunjung paling banyak dari Malaysia, Singapura, dan China. Padahal, secara nasional wisatawan asing paling banyak kini dari China. Seiring dengan naiknya jumlah wisman yang berkunjung, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim juga meningkat, yakni mencapai 58,34% dari 56,31% pada Februari 2017.

Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel berbintang 4 pada Maret 2017 menjadi TPK tertinggi dibanding hotel berbintang lainnya. TPK hotel bintang empat mencapai 64,46%. Hotel bintang tiga 60,07% dan hotel bintang dua 59,74%. Hotel bintang lima mencatatkan TPK paling rendah, 40,17%. Adapun hotel bintang satu 41,65.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing di hotel berbintang mencapai 3,10 hari, naik dibanding bulan sebelumnya 2,71 hari. Untuk nasion (Indonesia) mencapai 1,76 hari atau naik dari 1,68 hari. Dengan demikian, rata-rata menginap tamu keseluruhan pada Maret 2017 sebesar 1,81 hari atau naik dari Februari 2017 yang mencapai 1,72 hari. (*/ndik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.