Jalan Rusak Sambut Wisatawan Menuju Candi Muara Takus

0
1198
Candi Muara Takus (foto: 1001indonesia.net)

PEKANBARU, test.test.bisniswisata.co.id: Para wisatawan yang ingin berwisata ke Candi Muara Takus, Kampar, Riau terpaksa melewati akses jalan yang rusak karena pembangunan akses jalan baru selesai pada 2017.

Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Riau Syafril Tamun mengatakan pembangunan akses jalan baru itu akan dibangun pada pertengahan tahun ini. “Pembangunan jalan aspal itu memakan waktu dua tahun. Akses jalan 18 kilometer menelan anggaran Rp45 miliar,” katanya, Selasa (29/3/2016).

Selain pembangunan akses jalan baru, pemerintah akan melakukan pelebaran jalan ke Candi Muara Takus untuk mempermudah akses wisatawan menjangkau lokasi wisata. Pelebaran jalan diusulkan untuk dibuat dua jalur. “Namun, dibatalkan. Lebih baik satu jalur saja. Karena pengunjungnya belum ramai,” katanya.

Association of The Indonesian Tours and Travel Agency meminta pemerintah untuk serius membenahi situs budaya Candi Muara Takus di Kampar, Riau. Candi Muara Takus hanya meninggalkan tumpukan batu tanpa ada unsur historis. Karenanya Pemerintah Provinsi Riau hingga kini belum serius dan fokus membenahi Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya itu.

“Kalau kita ke Candi Muara Takus, kita hanya akan melihat batu. Sampai sekarang, Pemprov belum serius dan belum fokus membenahinya. Saat ini, Pemprov memperbaiki jalan rusak di sekitar candi. Ibnu mengatakan bukan hanya soal jalan yang harus dibenahi untuk mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan,” papar Ketua ASITA Riau Dede Firmansyah

Pemprov juga harus memikirkan perkembangan ekonomi kreatif dari objek wisata itu. Selain Candi Muara Takus, Pemprov Riau juga diminta untuk membanahi objek pariwisata lainnya, seperti Penangkaran Gajah di Minas dan Istana Siak.

Dede mengatakan Pemprov seharusnya tidak muluk-muluk dalam menggarap pariwisata. Saat ini, Pemerintah Provinsi Riau tengah menggarap puluhan objek wisata air terjun. Sayangnya, lanjut Ibnu, objek wisata air terjun susah dijangkau karena terletak jauh di tengah hutan. “Sehingga, perekonomian kecil sulit berkembang dari objek wisata air terjun itu. Pemprov juga harus mengembangkan ekonomi kreatif melalui pariwisata,” kata Dede.

Riau kembali sepi pengunjung wisatawan pada liburan akhir tahun silam. Meski, pemerintah belum menghitung secara pasti, jumlah kunjungan wisatawan di Riau bisa dikatakan menurun. Karena ASITA, Perhimpunan Hotel (PHRI) dan Perhimpunan maskapai (AOC) merasakan kondisi itu. (*/b)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.