Jaket Berbahan Songket Dian Pelangi Digemari Warga Amerika Serikat

0
1336
Wamenparekraf Sapta Nirwandar bersama Dian Pelangi dan model.

JAKARTA, Bisniswisata.co: Industri fesyen merupakan satu diantara 15 sub-sektor ekonomi kreatif andalan Indonesia. Tahun 2013 kontribusi industri fesyen mencapai Rp181,57 triliun atau sebesar 28,3 persen dari PDB ekonomi kreatif sebesar Rp641,8 triliun.

Sebanyak 25 busana karya Dian Pelangi pada 26 September 2014 lalu tampil dalam pagelaran busana bertajuk Washington Haute & Modesty Fashion Show DC Fashion Week dan New York.

DC Fashion Week merupakan fashion event tahunan yang diselenggarakan di Washington DC Amerika Serikat yang menampilkan busana dari berbagai desainer Amerika Serikat khususnya di Washington DC.

25 Karya yang bertema “Miss Palembang in New York” ini menampilkan keindahan kain tenun khas Palembang Sumatera Selatan, yakni songket yang dipadukan dengan kain velvet dan dihiasi payet-payet cantik serta asesoris kuno khas Sumatera Selatan.

“Model Jaket berbahan songket dengan warna yang anggun lebih disukai warga Amerika. Model kaftan dengan taburan payet menjadi pilihan orang Afrika di Amerika, sedangkan orang Indonesia yang tinggal di Amerika lebih memlilih style jaket berbahan batik,” ujar Dian Pelangi kepada Bisniswisata.co pada jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/14).

Menurutnya hijab pun menjadi diminati warga Amerika ketika  Dian mengadakan tutorial hijab dengan menggunakan scarf di pinggir jalan. “Mereka mengatakan ternyata tidak hanya pakai topi saja, scarf pun bisa menjadi topi,” ungkap Dian Pelangi.

Tidak hanya penampilan fashion di Washington DC, Dian Pelangi berkolaborasi dengan Nusantara Foundation dalam kegiatan mini show di Kantor Konsulat Jenderal RI bersama seniman Indonesia Djaduk Ferianto dan penyanyi rapper Indonesia JFlow pada saat jamuan makan malam.

Dian juga melakukan Meet and Greet bersama muslimah dan fashion blogger muslim dari Amerika di Central Park New York, sekaligus mengambil gambar untuk film terbarunya, yakni film perjalanan Dian Pelangi.

Dalam penampilannya di Amerika Serikat ini Dian Pelangi mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperkraf), Wardah Cosmetic, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Terwujudnya kiblat fesyen muslim dunia pada 2020 akan memberikan dampak positif terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat baik dari kegiatan industri fesyen maupun dari industri pariwisata,” ujar Wamenparekraf Sapta Nirwandar pada kesempatan yang sama.

Menurutnya hal tersebut karena akan banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tertarik untuk mengikuti perkembangan fesyen di Indonesia.

“Ini salah satu kekuatan fesyen sebagai soft power dalam memperkenalkan Indonesia melalui industri kreatif,” tambah Sapta Nirwandar.

Sapta mengatakan, dengan kegiatan Dian Pelangi di Amerika Serikat diharapkan Indonesia dapat semakin dikenal dengan keragaman dan keindahan budayanya di mancanegara. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here