Jakarta Marathon, Perpaduan Sport Tourism & Culture Tourism

0
924
Jakarta Marathon

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Event internasional sport tourism Jakarta Marathon akan digelar Minggu (26/10/2014). Sebanyak 14.120 peserta akan memeriahkan acara yang digelar kedua kalinya. Selain pelari lokal, kegiatan berhadiah total Rp 2,4 miliar ini juga diramaikan pelari elite internasional dari 47 negara.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, sama seperti tahun sebelumnya Jakarta Marathon dibagi menjadi lima kategori. Yakni full marathon, half marathon, 10K, 5K, dan maratoonz. “Total peserta yang akan ikut sebanyak 14.120 orang,” kata Ratiyono, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Ratiyono merinci untuk full marathon diikuti sebanyak 2.150 peserta, half marathon diikuti 3.425 peserta, 10K diikuti 5.125 peserta, 5K diikuti 2.950 peserta, dan maratoonz diikuti oleh 470 peserta. “Untuk full marathon panjang lintasan mencapai 42,195 kilometer dan half marathon sepanjang 21 kilometer,” ucapnya.

Ada 47 negara dengan total atlet mencapai 976 peserta yang akan ikut kegiatan ini. Negara-negara tersebut di antaranya, Jepang, Malaysia, Australia, Kenya, United Kingdom, United States, India, Philipina, Singapura, Perancis, Belanda, Jerman, Tiongkok, Brunei, New Zeland, Kanada, Korea Utara, Hongkong, Norwegia, Afrika Selatan, Italia, dan Thailand.

Negara lainnya yakni Belgia, Ethiopia, Korea Selatan, Spanyol, Taiwan, Brasil, Cheska, Irlandia, Polandia, Swedia, Denmark, Finlandia, Hungaria, Meksiko, Rusia, Argentina, Austria, Bangladesh, Kolombia, Mongolia, Switzerland, Uruguay, dan Venezuela.

Juga, ada lima pelari elite nasional yang telah mendaftar, yakni Agus Prayoga, Hendro, Atjong Tio, Mery Paijo, dan Erni Ulatningsih. Sedangkan untuk pelari elite internasional ada 16 peserta yang akan berpartisipasi. Namun, didominasi oleh pelari asal Kenya, seperti Philemon Kipchilat, Hillary Khipchirchir Kimaiyo. Selain itu ada juga pelari asal Ethiopia dan Thailand.

Adapun rute yang ditemupuh yakni mulai dari Silang Monas Barat Daya – Jl Budi Kemuliaan – Jl Abdul Muis – Jl Majapahit – Jl Gajah Mada – Jl Pintu Besar Selatan – Jl Kunir – Jl Lada Dalam (Museum Sejarah Jakarta) – Jl Hayam Wuruk – Jl Juanda – Jl Pos (Pasar Baru) – Mesjid Istiqlal – Jl Veteran – Jl Medan Merdeka Barat – Jl MH Thamrin – Jl Imam Bonjol – Jl Rasuna Said – Jl Gatot Subroto – Jl Gerbang Pemuda – Jl Asia Afrika – Plaza Senayan – Jl Hang Tuah – Jl Sisingamangaraja – Jl Sudirman – Jl MH Thamrin – Silang Barat Daya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman gelaran Jakarta Marathon 2014 juga digelar Festival Budaya yang menampilkan berbagai atraksi seni budaya nusantara dan kontemporer. Gelaran ini tidak terlepas dari upaya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Jakarta.

Sedikitnya akan ada 20 titik pertunjukkan dengan beragam budaya nusantara di sepanjang lintasan lari Jakarta Marathon tersebut.
“Ini diharapkan dapat mensejajarkan acara Jakarta Marathon dengan acara marathon bergengsi lainnya di dunia,” papar Arie Budhiman,

Arie mengatakan, panggung-panggung di lokasi yang sudah ditentukan itu dapat bergerak dan disebar di sepanjang lintasan lari Jakarta Marathon. Setiap panggungnya akan menampilkan atraksi budaya yang berkaitan dengan musik Indonesia baik tradisional maupun kontemporer. Musik dipilih untuk menghibur dan memberi semangat para peserta lari.

Beberapa jenis kesenian yang akan ditampilkan di antaranya adalah gambang kromong dan tanjidor dari DKI Jakarta, gendang beleg dan semprong dari Nusa Tenggara Barat (NTB), kolintang dan idiokordo dari Sulawesi, liong dan barongsai dari Tionghoa, dol dan tasa dari Bengkulu, balegaur dan gamelan dari Bali, serta dari Papua atraksi seni tifa dan yospa.

Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta Sylviana Murni, festival budaya ini akan berbeda karena menghadirkan berbagai pariwisata di Indonesia. “Festival ini berbeda, karena marathon tumbuh begitu besar di kaum urban. Di posisi start nanti ada tampilan budaya, karena Indonesia terkenal budayanya banyak,” kata Sylvi.

Menurutnya, gelaran Jakarta Marathon ini bisa menjadi media untuk promosi kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pilihan tema Festival City Marathon pun dirasa tepat untuk menggelar acara ini. “Dari start sudah ada kesenian sampai finish juga ada. Dalam perjalanan para pelari semuanya lewat atraksi budaya. Ini kan kali keduanya, tahun 2013 juga sama,” ujarnya.

Ajang internasional ini diharapkan menjadi acara luar biasa karena dihadiri berbagai atlet dunia dan nasional. “Budaya sebagai katalisator untuk hidupkan event apapun. Kita kan tuan rumah, jadi harus tunjukkan dengan baik dan akan jadikan Jakarta sebagai destinasi wisata menarik,” ujarnya. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.