Jakarta Gencar Genjot Sport Tourism

0
668

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jakarta sebagai Ibukota negara terus gencar menggerakkan sport tourism. Berbagai event wisata olahraga skala nasional dan internasional digelar. Lomba lari, golf, tenis, bulutangkis, dan kini balap sepada. Tour de Jakarta bakal digelar Sabtu 30 Juli 2016, dengan rute sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman.

Atmosfer balapan sepeda internasional yang diikuti pembalap asal Australia, Belanda, Thailand, Taiwan, Filipina, Laos, Malaysia, Singapora, Selandia Baru tergabung dalam 6 tim kontinental itu, sudah sangat terasa gaungnya. Mereka bakal bersaing habis dengan 10 tim Indonesia yang terus digodok dengan track ibu kota itu.

One day race Tour de Jakarta ini, merupakan kejuaraan balap sepeda internasional yang sudah digelar sejak 1994, sehingga menjadi tontonan warga Jakarta yang lumayan seru, juga ditargetkan wisatawan nusnatara dan mancanegara akan hadir menyaksikannya. Karena itu, Kemenpar pun berani memancang target 1.000 kunjungan wisman dan wisnusnya dirange 100 ribu-200 ribu orang, untuk melihat ajang persaingan balap sepeda dengan kecepatan tinggi sebanyak 13 putaran atau setara dengan 175 kilometer.

“Ini adalah sport tourism, dan Jakarta punya akses yang paling lengkap dijangkau dari negara manapun juga. Itulah yang membuat kami optimis, Tour de Jakarta bakal meraup sukses dari sisi olahraga dan pariwisata,” papar Raseno Arya, SE,MM Asisten Deputy Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata kepada Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Selasa (26/07/2016).

Dilanjutkan, sport tourism dengan menggerakan balap sepeda merupakan ajang mencari tambahan kunjungan wisman. Bahkan dalam menyelenggarakan balap sepeda nama Indonesia menjadi perhatian dunia. Ada empat event balap sepeda yang sudah terdaftar, diakui dan mendapat lisensi dari Union Cycliste Internaional (UCI).

Keempat itu, lanjut Raseno, Tour de Singkarak, International Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Flores, dan Tour de Jakarta. “Balap sepeda itu sedang menjadi sport tourism yang ngetop dimana-mana. Sama dengan marathon, yang selain olahraganya yang outdoor, juga pariwisatanya ikut terangkat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga terutama sepeda,” lontar Raseno.

Raseno menambahkan promosi pun akan gencar dilakukan di media cetak dan elektronik baik di dalam maupun luar negeri. Pada hari H, logo Wonderful Indonesia juga akan menghiasi sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman hingga ke atribut peserta. “Itu akan kita kasih branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Semoga lebih baik,” tambahnya.

Dan yang lebih penting, sambung dia, Tour de Jakarta menunjukkan bahwa Jakarta itu aman, sehingga layak untuk dikunjungi wisatawan. “Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta ini aman. Target kami 12 juta wisatawan tahun ini. Kegiatan ini akan meningkatkan pariwisata Jakarta ” kata Raseno.

Inke Maris, CEO pubkikasi dan promosi Tour de Jakarta 2016 menjelaskan balap sepada ini diselenggarakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama Ikatan Penggiat Olahraga Sepeda Jakarta (IPSJ). Kegiatan sport tourism berskala internasional ini merupakan sarana promosi efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan awareness calon wisatawan terhadap potensi pariwisata DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, tambah Inke, Tour de Jakarta 2016 ini juga sekaligus untuk meningkatkan minat dan animo masyarakat terhadap olahraga bersepeda. Hal ini juga termasuk dalam meningkatkan kebiasaan gaya hidup sehat.

Kegiatan lomba balap sepeda ini diikuti oleh 13 regu dalam negeri dan 6 regu luar negeri, yang terdiri dari Taiwan, Filipina, Laos, Malaysia, Indonesia, Singapora. Setiap regu terdiri dari 10 orang, yaitu 7 pembalap ditambah 3 official.

Tour de Jakarta ambil start dan finish di depan Gedung Bank Indonesia di jalan MH. Thamrin, dan dimulai pada 06.30 wib hingga 11. 00 wib. Rute start di depan gedung BI, Puratan Patung Arjuna Wijaya Monas, Jl. MH Thamrin, Jl. Jenderal Sudirman, dan finish di gedung BI. Para pembalap akan menempuh 13 putaran dengan total jarak tempuh sekitar 175,5 KM dengan kecepatan rata – rata sekitar 60 km/jam.

Untuk lomba balap sepeda ini akan menyajikan tiga kategori balapan, yaitu perorangan, beregu, dan intermediate sprint. Kejuaraan ini menggunakan aturan UCI. Untuk perorangan hadiah akan diberikan pada urutan nomor satu hingga 20. Untuk beregu diambil nomor satu hingga tiga. Ada juga juara khusus untuk pebalap Indonesia. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.