Jadwal Berantakan, Kalender Wisata Banyumas Dikemas Ulang

0
434
Festival Banyumasan (Foto; ArisandriA - blogger)

BANYUMAS, Bisniswisata.co.id: Sedikitnya empat agenda wisata dan budaya di Banyumas meleset dari jadwal. Tak ingin gagal gelar acara, kalender wisata Banyumas dikemas lagi supaya lebih bagus sekaligus tepat jadwal. Melesetnya kalender wisata itu, membuat paket wisata ke Banyumas berantakan. Beberapa tour operator mengaku rugi.

Kegiatan yang bergeser dari jadwal antara lain kirab Boyongan Saka Guru pada rangkaian peringatan Hari Jadi Banyumas, Baturrajazz, Mandala Ngibing dan Pentas Likuran. Mandala Ngibing dan Pentas Likuran hingga saat ini tak kunjung digelar.

“Penggeseran jadwal ini tentu membingungkan pihak yang sudah merencanakan berkunjung atau menonton atraksi wisata budaya tersebut. Untungnya tidak terlalu jauh dari jadwal, meski demikian kita juga rugi,” papar pemandu wisata, Wiwit Yuni dalam keterangannya seperti dilansir laman Merdeka.com, Sabtu (20/05/2017).

Yuni melanjutkan keluhan paling banyak, terjadi pada kegiatan Unggahan. Seharusnya kegiatan ini tidak perlu dimasukkan ke dalam kalender wisata. Meski dinilai layak untuk dijual sebagai paket wisata, penyelenggara acara keagamaan tersebut belum menyiapkan pemandu maupun rambu-rambu bagi wisatawan yang berkunjung.

Menurutnya akhir-akhir ini beberapa biro perjalanan mulai melirik kegiatan ini. Sayangnya, masyarakat Desa Pekuncen, terutama penganut kejawen dan penghayat kepercayaan merasa terganggu dengan membludaknya pengunjung.

“Sebenarnya unggahan itu kegiatan keagamaan. Memang banyak pehobi foto dan pewarta yang tertarik untuk mengabadikan momentum itu. Tetapi masyarakat belum siap apabila dikomodifikasi menjadi atraksi wisata,” jelasnya.

Menurut dia, ada proses yang dilewatkan oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas sebagai penyusun kalender wisata budaya. Salah satunya berdialog dengan penyelenggara terkait kesiapan acara tersebut.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Saptono mengakui, sejumlah kegiatan mengalami perubahan jadwal dan akan dievaluasi tahun depan. “Ya, ini kan kalender kegiatan wisata budaya yang disusun pada 2016 lalu, saya pribadi juga tidak tahu prosesnya karena baru menjabat 2017. Kalau ada perubahan atau pergeseran jadwal akan dievaluasi untuk menyusun jadwal 2018,” ungkapnya.

Menurut dia, sebelum penyusunan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan penyelenggara kegiatan dan pelaku wisata budaya yang masuk dalam jadwal kalender kegiatan wisata. Tujuannya untuk mengecek dan memastikan tanggal pelaksanaan. Setelah tersusun, kalender kegiatan tersebut disosialisasikan kepada stakeholder wisata.

Adapun pada Kalender Event Wisata Budaya Banyumas 2017 yang dirilis Dinporabudpar Banyumas, terdapat sebanyak 21 kegiatan yang menjadi andalan Kota Mendoan untuk menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara. (*/mdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.