Jadikan Bali Jendela Promosi, Pemerintah Anhui Siapkan ”Direct Flight”

0
806
Pemenang kuis asal Tiongkok menikmati liburan di Bali

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id,– POPULARITAS Bali dikalangan masyarakat Tiongkok, dan mancanegara serta jarak terbang yang relatif dekat (5-6 jam), mendorong pihak pemerintah provinsi Anhui Tiongkok menjadikan Bali sebagai jendela promosi pariwisata. ‘’Kami menyiapkan penerbangan langsung Anhui- Bali (pp), berharap awal tahun 2016 terealisasi,’’ ungkap Vice Director Anhui Provincial Tourism Administration, Tiongkok,  Chen Lei dalam pertemuan dengan pihak DPD Asita Bali, Selasa (22/12).

‘’Kelancaran aksesibelitas dua destinasi menjadi tolok ukur keberhasilan kerjasama antar dua destinasi pariwisata (Bali – Anhui),’’ papar Ketua DPD Asita Bali Ketut Ardana. Ketua DPD Asita Bali yang didampingi pengurus DPP Asita, Bidang Promosi dan Pemasaran, Edy Sunyoto, menjelaskan Provinsi Anhui bukan sekadar pasar wisata bagi pelaku industri di Indonesia, Anhui dengan ikon gunung Huangshang juga menjadi destinasi wisata bagi warga negara Indonesia.

Tercatat dari 4,5 juta wisman yang berkunjung ke Anhui, Tiongkok, 400 ribu orang adalah wisman asal Indonesia. Keterbatasan kapasitas angkut dari Bali mau pun Indonesia ke pasar wisatawan di daratan Tiongkok menjadi kendala pencapaian target kunjungan wisatawan ke Indonesia. Provinsi Anhui yang berpenduduk 60 juta jiwa, merupakan pasar potensial bagi pemasaran produk wisata Bali. Strategi menyelenggarakan penerbangan langsung tidak hanya berdampak positif bagi industri pariwisata Anhui. Bali selayaknya melakukan upaya maksimal untuk dapat menarik minat wisatawan Tiongkok, khususnya dari Anhui ke Bali.

“Lebih dari 100 juta warga Tiongkok melakukan perjalanan wisata ke luar negeri. Kita bisa garap 5 persen saja, sudah cukup,’’ jelas Edy. Jarak terbang yang relatif lebih dekat, insentif bebas visa membuka keleluasan wisman Tiongkok ke Indonesia. Wisman Tiongkok  rata-rata memiliki lama tinggal sekitar 4-5 hari dengan pengeluaran sekitar USD 100-110 (Rp 1,2 juta) per hari, ungkap Ketut Ardana menambahkan.

Dengan keragaman  objek kunjungan di Indonesia, sangat memungkinkan Indonesia menjadi destinasi utama pasar Tiongkok dalam berwisata. Hasil poling yang dilakukan Beijing People’s Broadcasting menunjukkan bahwa wisman Tiongkok dominan memilih Bali sebagai tempat berlibur di Indonesia.  Mereka menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi terfavorit dari 10 tujuan wisata dunia terfavorit selain Australia, Cape Town, Edinburgh, Hawaii, Madrid, Mesir, Niagara Falls, Paris, dan Swiss.

 

Melengkapi dan Menguatkan

 Kunjungan Vice Director Anhui Provincial Tourism Administration, Chen Lei yang didampingi Deputy Director Administrative Committee of Mt Huangshang, Ye Zheng Jun, dan sejumlah stake holder kepariwisataan Anhui, disambut Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana didampingi Edy Sunyoto, Pengurus DPP Asita Bidang Promosi dan Pemasaran, Ena Parta, Bidang Lingkungan Hidup DPD Asita Bali, Ketua Kampung Bali, Suhardiman.

tiongkok

 Jika dikaji dari potensi, jelas Ketut Ardana, Bali dan Anhui bisa saling melengkapi dan menguatkan. Anhui sebagai destinasi pegunungan, memiliki karakter alam yang berbeda, unik dengan Bali. Di Bali wisatawan selain menikmati objek kunjungan di pegunungan juga mendapat sajian pesisir pantai yang khas Bali. Begitu juga dengan hal kebudayaan, wisatawan dapat memperkaya kasanah budayanya saat mengunjungi dua destinasi pariwisata di wilayah Asia Pacific ini. Melihat potensi tersebut pihak Anhui  berketetapan untuk melakukan promosi, pemasaran di Bali. ‘’Mereka mendaftar sebagai seller dalam ajang BBTF 2016 (Bali and Beyond Travel Fair), dan kita undang sebagai buyer,’’ lanjut Ardana.

Seperti diketahui bersama, pasar Tiongkok, mendapat perhatian serius pemerintah Indonesia dalam pengembangan pariwisata. Catatan KemenPar, dalam tahun ini kunjungan wisatawan asal wilayah Asia Pasifik terutama Tiongkok, Jepang, Australia, Malaysia dan Singapura berkontribusi  hingga 61% dari total kunjungan 9,2 juta  wisman ke Indonesia. Secara kumulatif (Januari-Agustus 2015) kunjungan wisman dengan pertumbuhan tertinggi yakni; Tiongkok 20,74%, Mesir 12,21%, Inggris 10,22%, India 10,16%, dan Amerika Serikat 2,48%. Pada Agustus 2015, kunjungan wisman Tiongkok mendominasi tiga pintu masuk utama yakni gate Ngurah Rai sebanyak 66.311 wisman atau kontribusinya di urutan teratas sebesar 22,20%, melalui gate Soekarno-Hatta juga berada di urutan kedua teratas 33.991 wisman atau kontribusinya 13,44%.

Keseriusan Kementerian Pariwisata dalam menggarap pasar Tiongkok direalisasikan melalui kegiatan promosi baik fisik mau pun promosi digital di pasar Tiongkok. Kementerian melakukan promosi di mesin pencari Tiongkok www.baidu.com, web video sharing www.youku.com, situs perjalanan  www.ctrip.com, www.qunar.com dan sosial media www.weibo.com. Bahkan KemnPar menyelenggarakan kuis di media sosial bagi warga Tiongkok dengan hadiah berlibur ke Indonesia. Sepuluh pasangan pemenang, menikmati hadiahnya dengan berlibur di Bali selama seminggu. ‘’Eksplorasi mereka tentang Bali, menjadi bahan promosi langsung di negara mereka, paling tidak antar teman sebaya,’’ jelas Ketut Ardana. (Dwi:[email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.