Jabar Dorong Cirebon Jadi Destinasi Wisata Sejarah

1
479
Keraton Kesepuhan Cirebon (Foto: istimewa)

CIREBON, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong Cirebon sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Indonesia, mengingat Kota Udang itu sangat berpotensi sekaligus memiliki wisata sejarah yang sangat melimpah.

“Cirebon mempunyai potensi pariwisata yang sangat banyak untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, salah satunya adalah keberadaan keraton-keraton yang dapat dijadikan objek wisata sejarah, seni dan budaya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida di Cirebon, Sabtu (16/9/2017)

Pemerintah Jawa Barat, kata Ida, akan terus mendukung Cirebon menjadi penyumbang pariwisata di Indonesia, terutama dibidang sejarah dan budaya. Selain mempunyai beragam sejarah dan budaya, Cirebon juga ditunjang dengan ragam kulinernya yang menggugah selera seperti empal gentong, nasi jamblang, dan lain sebagainya.

Untuk itu Pemprov akan mengupayakan Cirebon sebagai salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya di Indonesia yang juga bisa dikenal oleh dunia. “Cirebon adalah satu destinasi budaya yang dikenal dengan kuliner, fesyen dan batiknya, kami selalu menampilkan kesenian batik Cirebon ke seluruh dunia,” tuturnya.

Cirebon dari kata cai (Air) dan Rebon (Udang Kecil) memiliki pertumbuhan sangat pesat, apalagi setelah dibangun jalan tol. Di samping terkenal dengan berbagai peninggalan agama Islamnya ternyata tempat wisata di Cirebon juga tidak kalah dengan berbagai tempat wisata alam.

Di masa lalu Cirebon sebuah dukuh kecil dibangun Ki Gedeng Tapa yang lama kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai. Dahulu, mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya, nelayan juga sebagai sentra pembuatan terasi, petis maupun garam.

Siapa yang sangka kota yang kaya dengan sejarah dan menjadi salah satu kota tertua yang ada di pulau Jawa ini juga mempunyai potensi-potensi wisata yang sedang berkembang.

Cirebon mempunyai 25 tempat wisata mulai paling populer hingga belum terlalu dikenal dan tentunya tidak akan membuat anda bosan karena tempat wisatanya komplit, mulai dari wisata sejarah, museum, wisata alam, berbagai wahana hingga wisata kuliner ada di Cirebon yang siap membawa keceriaan di tengah-tengah liburan anda bersama keluarga,

Wisata sejarah di Cirebon paling populer hingga belum terjamah.

01. Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan menjadi ikon Kota Cirebon dari jaman dahulu sampai kini. Di Keraton Kasepuhan inilah pusat pemerintahan pertama dari kesultanan Cirebon. Keraton Kasepuhan difungsikan sebagai museum saat ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dan napak tilas penyebaran Islam di nusantara. Menjadi salah satu cagar budaya senantiasa dilindungi membuat Keraton Kesepuhan ini selalu terawat.

Di bangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati, hingga kini walaupun usia berabad abad lamanya keraton ini masih berdiri kokoh dengan bangunan kompleks keraton yang bersih dengan ciri khas cat berwarna putih dan taman asri membuat Keraton Kasepuhan ini sangat elok dipandang mata.

Masuk Keraton Kasepuhan langsung berada di ruangan utama dan berhadapan dengan singgasana sultan. Tempat wisata di Cirebon ini tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan yang penasaran ingin tahu sejarah penyebaran Islam di tanah air. Puncaknya tanggal 1 Syawal, kereta kencana Singa Barong dimandikan, konon menurut kepercayaan orang-orang Cirebon, kereta ini merupakan kereta milik Sunan Gunung Jati.

02. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman merupakan keraton pertama di Cirebon. Namun karena terjadi konflik internal dalam keraton maka terpecahlah menjadi beberapa keraton yaitu, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon.

Nama Keraton Kanoman ini tidak setenar Keraton Kasepuhan, namun tempat wisata di Cirebon ini juga banyak peninggalan-peninggalan bernilai sejarah dan masih erat kaitannya dengan syiar Islam yang dilakukan oleh Syarif Hidayatullah lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Di kompleks keraton seluas kurang lebih 6 hektar ini, setidaknya ada 27 bangunan kuno diantaranya sebuah saung bernama witana merupakan bangunan utama dan bangunan menjadi cikal bakal dari Keraton Kanoman. Sang raja atau sultan ke 12 Keraton Kanoman Raja Muhammad Emiruddin juga tinggal di keraton ini beserta keluarganya.

Berbagai peninggalan bersejarah mulai dari kereta perang tunggangan Sunan Gunung Jati dimasa lalu yang bernama Paksi Naga Liman dan Jempana, berbagai keramik dalam bentuk piring, mangkok, gelas asli dari tiongkok, benda-benda pusaka seperti keris, tombak, gamelan, dan lainnya,

03. Taman Sari Gua Sunyaragi

Berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, tempat wisata di Cirebon ini terlihat seperti candi yang disebut Gua Sunyaragi. Nama “Sunyaragi” dari bahasa sansekerta kata “Sunya” yang berarti sepi dan “Ragi” artinya raga. Pada masanya gua ini didirikan sebagai tempat beristirahat maupun meditasi untuk para sultan Cirebon. Disamping itu, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat penggelembengan tentara Kesultanan Cirebon pada masa itu.

Dengan luas kompleks sekitar 15 hektar yang berada di Jl. By Pass Brigjen Dharsono, Gua Sunyaragi ini termasuk dalam cagar budaya Kota Cirebon yang dilindungi oleh negara dan menjadi salah satu daya tarik tempat wisata di Cirebon. Dahulu, kompleks dari Gua Sunyaragi ini dikelilingi oleh danau namun saat ini telah mengering meninggalkan kompleks gua yang terlihat indah dan penuh misteri. Ada mitos yang masih tertinggal hingga kini di Gua Sunyaragi ini. Di beberapa tempat gua dipercaya dapat memudahkan datangnya jodoh hingga menyulitkan datangnya jodoh.

04. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau yang dikenal sebagai Masjid Agung Kasepuhan merupakan sebuah masjid yang masih berada dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dibangun pada sekitar tahun 1480 masehi atau sejaman dengan para walisongo menyebarkan agama Islam di nusantara, disamping itu masjid ini juga dipercaya sebagai masjid tertua yang ada di Kota Cirebon. Entah ada hubungannya atau tidak dengan Masjid Agung yang ada di Demak, yang jelas penampakan masjid ini dari segi arsitekturnya hampir sama.

Sedikit informasi buat anda, nama masjid ini diambil dari kata “sang” yang mempunyai makna keagungan, “cipta” yang berarti dibangung dan “rasa” yang berarti digunakan.

Ada yang menarik dengan pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini, konon tempat wisata di Cirebon ini dibangun hanya dalam waktu semalam dan ada beberapa walisongo diantaranya, Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. Mayoritas dari warga Cirebon tahu tentang hal ini dan sejarah ini tertulis dibuku Babad Tanah Cirebon.

Konon pembangunan masjid ini melibatkan sekitar 500 orang tenaga kerja yang khusus didatangkan dari Demak, Majapahit dan Cirebon. Saat itu, Sunan Kalijaga ditunjuk sebagai arsiteknya. Tertarik membuktikan kebenaran cerita tersebut!

05. Makam Sunan Gunung Jati

Bagi yang senang dengan wisata religi namun tetap dibalut dengan sejarah sepertinya perlu menyambangi Makam Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Berlokasi di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tempat wisata di Cirebon ini tidak pernah sepi dikunjungi oleh peziarah maupun wisatawan dari Cirebon maupun luar Cirebon yang ingin mengenal lebih dekat dengan salah satu sosok yang berjasa menyebarkan agama Islam di nusantara ini.

Ada hari-hari tertentu dimana pengunjung biasa membludak seperti Jumat Kliwon, maulid Nabi Muhammad SAW, Grebeg Rayagung, Grebeg Syawal dan Ritual Pencucian Jimat. Dengan luas kompleks sekitar 4 hektar dan memiliki gaya arsitektur yang unik karena menggabungkan tiga kebudayaan, yaitu Jawa, Cina dan Arab membuat tempat wisata di Cirebon ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan ataupun peziarah.

Interior dinding sepanjang jalan dihiasi dengan benda-benda antik seperti keramik dan porselin yang sudah berumur ratusan tahun menambah keunikan makam ini. Konon, keramik dan porselin tersebut didatangkan langsung oleh Nyi Mas Ratu Rara Sumedang dari negeri Cina sekitar abad ke 13. Biarpun sudah berusia ratusan keramik dan porselin tersebut masih terawat dengan baik hingga kini.

Keunikan lain dari tempat wisata di Cirebon ini adanya sembilan pintu yang tiap-tiap pintu telah mempunyai nama-nama tersendiri namun bagi peziarah maupun wisatawan hanya dibolehkan masuk sampai pintu ke lima saja.

06. Keramat Plangon

Di desa Sumber Babakan ada sebuah objek wisata sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi, namanya Keramat Plangon. Tempat wisata di Cirebon ini menawarkan berbagai jenis wisata, mulai dari wisata alamnya yang indah, nuansa mistis yang kental dan juga sejarah yang terkait dengannya.

Plangon ini berasal dari kata “tegal klangenan” yang mempunyai arti sebuah tempat atau bukit untuk menenangkan. Keramat Plangon ini terdiri dari bukit-bukit dan uniknya tempat ini dijaga oleh kera-kera yang hidup berkembang biak disekitar area ini.

Uniknya lagi, kera-kera yang hidup pada tempat wisata di Cirebon ini mempunyai seekor Raja yang memiliki postur yang lebih besar dari kera-kera lainnya. Terkadang tiap tahunnya Raja Kera ini akan mempertahankan tahtanya dengan berduel dengan kera-kera pesaing yang ingin merebut tahtanya.

Biasanya tempat wisata di Cirebon ini akan sangat ramai dikunjungi pada tanggal-tanggal tertentu seperti pada tanggal 2 Syawal, 11 Dzulhijjah dan 27 Rajab. Orang ramai berkunjung pada tanggal-tanggal tersebut untuk bersiarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejakasan yang berada di objek wisata ini. Kedua makam ini dipercaya punya hubungan erat dengan sejarah berdirinya Keramat Plangon ini. (*/BBS)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.